Pasar Tetap Tenang di Tengah Memanasnya Konflik
Pergerakan pasar di hari Senin menunjukkan hal yang cukup menarik: ketahanan yang tidak terduga.
BitcoinBUY BTC berhasil mampu naik sekitar 2,5% meski konflik AS-Iran kembali memanas dengan penutupan Selat Hormuz yang terjadi lagi. Di sisi lain, saham AS hanya mengalami penurunan ringan, sementara harga minyak yang sempat mendekati $90 per barel mulai turun kembali.
Presiden AS Donald Trump sendiri menepis signifikansi penutupan Hormuz oleh Iran. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz sebagai sesuatu yang “aneh” dan mengumumkan rencana pengiriman perwakilan AS ke Islamabad untuk putaran negosiasi baru.
Investor Lebih Fokus ke Durasi, Bukan Intensitas Konflik
Menurut analisis dari QCP Capital, ada hal penting yang menjelaskan kenapa pasar tetap tenang meski situasi memanas.
Investor saat ini tampaknya lebih memperhatikan berapa lama perang akan berlangsung, bukan seberapa besar eskalasi yang terjadi dalam jangka pendek. Pasar mulai mengarah pada skenario bahwa konflik ini akan berlangsung cukup lama, tetapi dalam batas yang terkontrol, dengan pola ketegangan yang pasang-surut di sekitar Selat Hormuz.
Dengan kata lain, pelaku pasar tidak melihat ini sebagai awal dari perang besar, melainkan konflik berkepanjangan yang masih bisa “dikelola”.
Kenaikan Bitcoin Belum Didukung Permintaan yang Kuat
Di sisi lain, ada catatan yang perlu diperhatikan dari analis CryptoQuant, J.A. Maartunn.
Ia menilai bahwa rally lokal Bitcoin belakangan ini belum sepenuhnya didorong oleh minat beli yang luas dari pasar. Sebaliknya, kenaikan ini lebih banyak dipicu oleh aksi beli dari institusi tertentu seperti Strategy serta trader jangka pendek yang bersifat spekulatif.
Sementara itu, tekanan jual masih terus muncul, terutama saat harga mendekati level tertentu, karena banyak investor memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan.

Perspektif Jangka Panjang: Masih di Area Menarik
Jika dilihat dari sudut pandang jangka panjang, indikator seperti Bitcoin Rainbow Chart menampilkan harga saat ini masih berada di zona “BUY”, mendekati area “Accumulate”.
Secara historis, zona ini belum mencerminkan kondisi undervalued atau bubble, justru sering menjadi area yang menarik untuk akumulasi bertahap, terutama bagi investor dengan horizon jangka panjang.
Bagi investor jangka panjang, zona ini kondisi ini bisa menjadi peluang untuk mulai melakukan pembelian secara bertahap (value buying).
Namun, penting untuk diingat bahwa pergerakan harga dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, terutama dinamika konflik yang hingga kini masih sulit diprediksi.
Artinya, peluang tetap ada, tetapi volatilitas belum akan hilang dalam waktu dekat.
Untuk insight dan strategi investasi lainnya, kunjungi blog.nanovest.io.






