Pasar kripto kembali menunjukkan tekanan, dan kali ini XRP menjadi salah satu yang paling terdampak. Data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari setengah total suplai XRP kini berada dalam kondisi rugi (underwater), seiring penurunan harga ke kisaran US$1,33.
Menurut analisis on-chain, hanya sekitar 43,4% dari total suplai XRP yang masih berada dalam kondisi profit – level terendah sejak Juli 2024. Artinya, mayoritas holder saat ini memegang aset di bawah harga beli mereka.
Tekanan Harga Picu Kerugian Besar
Dengan total suplai XRP mendekati 100 miliar token dan sekitar 61 miliar beredar di pasar, distribusi saat ini menunjukkan ketimpangan yang cukup tajam.
Sekitar 34,75 miliar XRP berada dalam posisi rugi, sementara hanya 26,65 miliar yang masih profit. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang cukup luas di kalangan investor, terutama mereka yang masuk di harga tinggi dalam setahun terakhir.
Investor yang membeli XRP di atas level US$2 bahkan disebut telah mengalami kerugian harian dalam kisaran US$20 juta hingga US$110 juta sejak akhir 2025. Ini menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya datang dari sentimen pasar, tetapi juga dari realisasi kerugian yang terus berlangsung.
Posisi XRP Tergeser, BNB Kembali ke Peringkat 4
Di tengah tekanan harga, XRP juga kembali kehilangan posisinya sebagai kripto terbesar keempat berdasarkan kapitalisasi pasar.
Posisi tersebut kini kembali dipegang oleh BNB, meski selisihnya masih sangat tipis – sekitar US$500 juta.
- BNB: US$82,6 miliar
- XRP: US$82,1 miliar
Padahal, baru pada pertengahan Maret lalu XRP sempat menyalip BNB. Pergeseran cepat ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di antara aset kripto besar di tengah kondisi pasar yang volatil.
Ada Sinyal Rebound, Tapi Belum Kuat
Meski dalam tekanan, XRP sempat mencatat kenaikan sekitar 2,6% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini memicu likuidasi posisi short sebesar US$1,68 juta – lebih besar dibandingkan likuidasi long yang hanya sekitar US$298 ribu.
Artinya, sebagian pelaku pasar mulai salah posisi terhadap arah jangka pendek, namun belum cukup kuat untuk mengubah tren secara keseluruhan.
Gambaran Lebih Besar: Kripto Masih Tertahan
Di level yang lebih luas, pasar kripto secara keseluruhan masih berada di fase konsolidasi dengan total kapitalisasi sekitar US$2,4 triliun.
Sementara itu, tiga besar aset kripto masih didominasi oleh:
- Bitcoin (BTC)
- Ethereum (ETH)
- Tether (USDT)
Dominasi aset besar ini menunjukkan bahwa investor cenderung bertahan pada aset yang dianggap lebih stabil di tengah ketidakpastian.
Sentimen Pasar: Tekanan Masih Dominan
Kondisi di mana lebih dari 50% suplai XRP berada dalam kerugian biasanya mencerminkan fase pasar yang masih berat. Dalam situasi seperti ini, ada dua kemungkinan yang sering terjadi:
Di satu sisi, tekanan jual bisa berlanjut karena investor ingin keluar dari posisi rugi. Di sisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi titik awal akumulasi jika pasar mulai melihat valuasi sebagai menarik.
Namun untuk saat ini, data menunjukkan bahwa tekanan masih lebih dominan dibandingkan sinyal pemulihan yang kuat.
Pergerakan XRP ke depan akan sangat bergantung pada apakah pasar mampu menyerap tekanan jual tersebut – atau justru kembali melemah di tengah sentimen global yang belum stabil.
Mau mulai investasi saham AS, kripto, dan emas digital? Kamu bisa mulai dengan mudah lewat Nanovest, semua dalam satu aplikasi.
Dapatkan berbagai update pasar, insight terbaru, serta panduan investasi lainnya di halaman News dan Artikel Tips Nanovest.






