Industri kecerdasan buatan (AI) kembali memasuki babak baru. Broadcom (AVGO) mengumumkan kerja sama jangka panjang dengan Google (GOOG/GOOGL) untuk mengembangkan dan memasok chip AI kustom hingga 2031.
Langkah ini bukan sekadar kontrak bisnis biasa. Di baliknya, ada upaya besar perusahaan teknologi untuk membangun infrastruktur AI sendiri – dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada pemain dominan seperti Nvidia.
Google Percepat Ambisi Chip AI Sendiri
Dalam beberapa tahun terakhir, Google mengembangkan Tensor Processing Units (TPU), chip yang dirancang khusus untuk menangani workload AI.
Melalui kolaborasi dengan Broadcom, Google berupaya mempercepat pengembangan generasi berikutnya dari TPU, sekaligus memastikan pasokan komponen untuk sistem AI mereka di masa depan.
Dorongan ini tidak lepas dari kebutuhan untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi. GPU milik Nvidia selama ini menjadi standar industri, namun harganya yang tinggi membuat banyak perusahaan mulai mencari alternatif yang lebih terkontrol secara biaya dan performa.
Bagi Google, ini juga berkaitan langsung dengan bisnis cloud mereka. TPU kini menjadi salah satu motor pertumbuhan, terutama saat perusahaan harus membuktikan bahwa investasi besar di AI bisa menghasilkan pendapatan yang nyata.
Anthropic dan Lonjakan Permintaan Komputasi
Kesepakatan ini juga terhubung dengan Anthropic, startup AI yang tengah berkembang pesat.
Broadcom akan menyediakan akses hingga sekitar 3,4 gigawatt kapasitas komputasi AI untuk Anthropic mulai 2027 – angka yang mencerminkan skala kebutuhan infrastruktur AI saat ini.
Permintaan terhadap model AI milik Anthropic, Claude, melonjak tajam sepanjang 2026. Pendapatan tahunan berbasis run-rate kini telah melampaui US$30 miliar, meningkat signifikan dari sekitar US$9 miliar di akhir tahun 2025.
Menariknya, Anthropic tidak bergantung pada satu jenis hardware. Mereka menggunakan kombinasi dari TPU Google, GPU Nvidia, serta infrastruktur dari Amazon melalui AWS. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ekosistem AI semakin kompleks dan tidak terpusat pada satu pemain saja.
Pergeseran Arah: Dari Software ke Infrastruktur
Perkembangan ini mempertegas bahwa persaingan AI kini tidak hanya terjadi di level model atau aplikasi, tetapi juga di lapisan infrastruktur.
Perusahaan teknologi besar mulai:
- Mengembangkan chip sendiri
- Mengamankan pasokan komputasi jangka panjang
- Mengintegrasikan hardware dan cloud dalam satu ekosistem
Di sisi lain, tekanan terhadap Nvidia juga mulai terlihat. Meski masih menjadi pemimpin pasar GPU, munculnya alternatif seperti TPU menunjukkan bahwa dominasi tersebut tidak lagi absolut.
Pasar pun merespons positif. Saham Broadcom sempat naik sekitar 3% setelah pengumuman kerja sama ini, mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis chip AI dalam jangka panjang.
Arah Industri AI Semakin Jelas
Kesepakatan Broadcom dan Google menegaskan satu tren besar: AI kini adalah perlombaan infrastruktur.
Permintaan komputasi terus meningkat, biaya menjadi faktor penting, dan perusahaan mulai membangun stack teknologi mereka sendiri – dari chip hingga cloud.
Jika tren ini berlanjut, peta persaingan AI ke depan tidak hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki model terbaik, tetapi juga siapa yang menguasai fondasi teknologinya.
Mau mulai investasi saham AS, kripto, dan emas digital? Kamu bisa mulai dengan mudah lewat Nanovest, semua dalam satu aplikasi.
Dapatkan berbagai update pasar, insight terbaru, serta panduan investasi lainnya di halaman News dan Artikel Tips Nanovest.






