Bitcoin Bergerak Sideways, Potensi Short Squeeze Masih Terbuka
Pergerakan harga Bitcoin kembali menunjukkan tekanan dalam perdagangan awal pekan. Pada sesi New York hari Senin, BTC sempat turun dan menyentuh level terendah mingguan di kisaran US$64.111, sekaligus menembus batas bawah range yang sebelumnya terbentuk pada Minggu malam. Meski demikian, secara struktur pergerakan, Bitcoin masih bertahan dalam fase konsolidasi tiga pekan terakhir, yakni di rentang US$65.000 hingga US$71.000.
Koreksi terbaru ini sempat menyapu likuiditas di area US$64.000 dan memicu likuidasi sekitar US$240 juta posisi long. Namun tekanan jual tersebut belum diikuti kelanjutan bearish yang signifikan. Data derivatif justru menunjukkan minimnya dorongan untuk koreksi lebih dalam, menandakan pasar masih berada dalam fase penyeimbangan posisi.
Kondisi sideways yang berlangsung sejak awal Februari berpotensi menjadi fase akumulasi volatilitas. Secara teknikal, penyempitan indikator Bollinger Bands mengindikasikan volatilitas yang menurun dan sering kali menjadi sinyal awal sebelum terjadi pergerakan harga yang lebih eksplosif, baik ke atas maupun ke bawah.
Dari sisi likuiditas, peta likuidasi memperlihatkan ketimpangan yang cukup jelas. Jika harga turun ke area US$63.000, sekitar US$1 miliar posisi long berisiko terlikuidasi. Sebaliknya, apabila Bitcoin naik dan menguji ulang area US$70.000, lebih dari US$3,5 miliar posisi short berada dalam zona rawan likuidasi. Konsentrasi likuiditas yang lebih besar di sisi atas ini membuka peluang terjadinya short squeeze apabila harga bergerak naik.
Open interest Bitcoin—yang mencerminkan total nilai kontrak futures terbuka—terlihat mendatar di dekat level terendah lokal. Hal ini menunjukkan trader belum agresif menambah eksposur baru pasca penurunan harga, menandakan sikap wait-and-see di pasar derivatif.
Sementara itu, funding rate pada timeframe empat jam telah berbalik negatif. Artinya, posisi short kini membayar long, mencerminkan dominasi sentimen defensif di kalangan trader. Dalam kondisi harga yang masih mampu bertahan di support range, perubahan funding ini justru sering menjadi bahan bakar untuk reli mendadak melalui mekanisme short squeeze.
Sejumlah analis menyoroti bahwa Bitcoin telah menyapu likuiditas di sekitar US$64.500. Jika harga mampu merebut kembali area resistance menengah, peluang kenaikan menuju level yang lebih tinggi akan semakin terbuka. Namun sebaliknya, penolakan di area tersebut dapat membawa harga kembali menguji batas bawah range.
Dalam jangka sangat pendek, zona US$63.000 menjadi area kunci. Wilayah ini sebelumnya merupakan order block tempat pembeli besar masuk. Jika level tersebut kembali diuji dan mampu dipertahankan, Bitcoin berpotensi memantul menuju tengah range hingga resistance US$70.000.
Indikator RSI harian juga mulai menunjukkan bullish divergence, didukung peningkatan volume dan ekor candle di bawah support. Penutupan harian yang positif di atas level reclaim akan memperkuat peluang Bitcoin untuk kembali menantang puncak range dalam waktu dekat.






