OpenAI dikabarkan semakin mendekati tahap final dalam merampungkan fase awal putaran pendanaan terbarunya yang berpotensi menghimpun dana lebih dari US$100 miliar. Jika terealisasi, pendanaan ini akan menjadi salah satu yang terbesar sepanjang sejarah industri teknologi, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (AI) secara global.
Pendanaan jumbo tersebut ditujukan untuk mendukung ekspansi agresif OpenAI, khususnya dalam pembangunan infrastruktur komputasi dan pengembangan model AI generatif. Perusahaan yang dikenal sebagai pengembang ChatGPT ini disebut tengah mempersiapkan investasi infrastruktur bernilai triliunan dolar AS dalam jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan daya komputasi untuk melatih dan mengoperasikan model AI berskala besar.
Dari sisi valuasi, OpenAI diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan. Dengan masuknya dana baru, valuasi perusahaan disebut dapat menembus lebih dari US$850 miliar—lebih tinggi dari proyeksi awal sekitar US$830 miliar. Sementara itu, valuasi sebelum pendanaan (pre-money valuation) dilaporkan tetap berada di level US$730 miliar, mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap prospek bisnis dan teknologi yang dikembangkan perusahaan.
Fase pertama pendanaan ini didominasi oleh investor strategis dari kalangan raksasa teknologi global. Sejumlah perusahaan besar disebut tengah dalam tahap finalisasi komitmen investasi mereka. Jika seluruh komitmen terealisasi di kisaran tertinggi yang dibahas, maka total dana pada tahap awal saja bisa mendekati US$100 miliar. Proses finalisasi alokasi investasi tersebut diperkirakan rampung dalam waktu dekat.
Kabar terkait pendanaan ini juga berdampak pada pergerakan pasar. Saham SoftBank—yang diketahui memiliki sekitar 11% kepemilikan di OpenAI per akhir tahun lalu—sempat mencatat kenaikan setelah berita mengenai rencana investasi tambahan tersebut beredar. Reaksi positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap potensi pertumbuhan nilai perusahaan di masa depan.
Setelah fase awal selesai, OpenAI berencana melanjutkan pendanaan ke tahap berikutnya. Putaran lanjutan ini diproyeksikan melibatkan berbagai investor finansial lain, termasuk perusahaan modal ventura, sovereign wealth fund, serta institusi investasi global. Partisipasi mereka berpotensi mendorong total penghimpunan dana menjadi jauh lebih besar dari tahap pertama.
Selain pendanaan, kerja sama strategis juga menjadi bagian penting dari ekspansi OpenAI. Dalam kemitraannya dengan Amazon, misalnya, OpenAI disebut akan memperluas penggunaan chip AI serta layanan komputasi awan milik perusahaan tersebut. Kolaborasi ini dinilai krusial untuk memastikan ketersediaan infrastruktur yang mampu menopang kebutuhan komputasi model AI generasi terbaru.
Rencana pendanaan berskala besar ini menegaskan bahwa persaingan di industri AI kian memasuki fase baru. Perusahaan tidak hanya berlomba menghadirkan inovasi model, tetapi juga berkompetisi dalam membangun infrastruktur, ekosistem, dan kemitraan strategis guna mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor industri global.





