Saham Nvidia Merosot saat Meta Pertimbangkan Migrasi Chip
Dominasi Nvidia di arena hardware kecerdasan buatan mulai mendapat tekanan serius. Pada Selasa, saham raksasa chip tersebut jatuh hingga 6% setelah laporan menyebutkan bahwa Meta tengah mempertimbangkan untuk membeli chip AI milik Google, yaitu Tensor Processing Units (TPU), untuk infrastruktur data center mereka dalam beberapa tahun ke depan.
Laporan dari The Information menyebut bahwa Meta bahkan dapat mulai menyewa TPU Google paling cepat tahun depan. Meta sebelumnya dikenal sebagai pelanggan besar Nvidia, terutama untuk GPU kelas atas yang menopang proyek AI skala masif seperti Llama dan infrastruktur cloud internalnya.
Langkah ini langsung mengguncang pasar semikonduktor AS.
Sektor Chip Tergulung Merah AMD hingga TSMC Terimbas
Penurunan Nvidia memicu gelombang koreksi:
- AMD turun hingga 10%
- Intel melemah 1%
- Micron dan TSMC turun 3%
- Broadcom justru melesat 11%, diuntungkan karena menjadi mitra yang membantu Google merancang dan memproduksi TPU
Aksi jual besar ini sempat menyeret Nasdaq 100 turun 1% sebelum akhirnya indeks pulih sebagian.
Pada pukul 3:05 p.m. ET:
- S&P 500: +0.74%
- Dow Jones: +1.36%
- Nasdaq 100: +0.37%
Namun volatilitas tetap terasa di sektor teknologi besar, terutama pada perusahaan yang bergantung pada belanja AI.
Belanja AI Meta Bisa Tembus $72 Miliar dan Itu Mengubah Permainan
Meta telah menjadi salah satu pembelanja terbesar dalam “AI arms race”. Perusahaan ini diperkirakan mengalokasikan hingga $72 miliar untuk belanja modal tahun depan, sebagian besar untuk memperkuat infrastruktur AI yang mencakup data center hyperscale, sistem inferensi, dan server pelatihan model besar.
Jika Meta benar-benar mendiversifikasi pemasok hardware AI-nya, ini dapat:
- Mengurangi ketergantungan industri pada Nvidia
- Mendorong kompetisi chip AI non-GPU
- Menggeser arah inovasi menuju ASIC khusus seperti TPU
Hal ini menjadi sinyal penting bagi pasar: dominasi Nvidia tidak lagi absolut.
Google Semakin Agresif, Nvidia Tetap Percaya Diri
Google mengonfirmasi bahwa permintaan untuk custom TPU dan GPU Nvidia “sama-sama meningkat”, menegaskan bahwa raksasa ini mendukung kedua ekosistem chip.
Nvidia melalui juru bicaranya menyatakan bahwa mereka “tetap satu generasi di depan industri” dan percaya GPU mereka lebih unggul dibanding chip AI berbasis ASIC seperti TPU milik Alphabet.
Pernyataan ini menegaskan bahwa Nvidia masih melihat diri mereka sebagai pemegang supremasi performa di pasar chip AI meski kini menghadapi tantangan kompetitif yang semakin nyata.
Kekhawatiran Gelembung AI dan Kritik Michael Burry
Dalam beberapa pekan terakhir, saham Nvidia menghadapi turbulensi:
- Turun 12% dari puncak Oktober.
- Meski masih naik 32% year-to-date, sentimennya tertekan.
- Investor terkenal Michael Burry kembali memperingatkan potensi “gelembung AI” yang bisa menyeret valuasi perusahaan teknologi besar.
Turbulensi ini memperbesar sensitivitas pasar terhadap berita yang berpotensi menggoyahkan posisi Nvidia di industri AI.
Alphabet Melaju, Investor Semakin Bertaruh pada Kepemimpinan AI Google
Sementara Nvidia menghadapi tekanan, Alphabet justru menikmati reli agresif:
- Naik 18% dalam sebulan
- Naik 67% sepanjang 2025
Investor melihat Google bukan hanya penyedia layanan cloud, tetapi juga kompetitor serius dalam desain hardware AI, terutama setelah TPU generasi terbaru menunjukkan performa yang kompetitif untuk pelatihan dan inferensi model besar.
David Morrison, analis dari Trade Nation, mencatat bahwa Alphabet “menjadi satu-satunya pemain besar teknologi yang tetap hijau” di tengah volatilitas besar sektor AI sebuah indikator bahwa pasar mulai menggeser sentimen bullish ke arah Google.
Apa Dampaknya untuk Pasar AI 2025?
- Google Kini Penantang Serius Nvidia
Peralihan konsumen besar seperti Meta menunjukkan cloud provider dapat menggoyahkan dominasi GPU.
- ASIC vs GPU: Pertarungan Dua Filsafat
TPU menawarkan efisiensi dan biaya lebih rendah; GPU menawarkan fleksibilitas dan performa lintas aplikasi.
- Risiko Gelembung AI Meningkat
Valuasi tinggi dan kompetisi agresif dapat memicu rotasi tajam antar saham teknologi.
- Meta Jadi Penentu Arah Industri
Belanja capex raksasa membuat Meta punya pengaruh besar pada perusahaan chip mana pun.






