Dominasi narasi industri semikonduktor tahun ini sepenuhnya dikuasai oleh euforia kecerdasan buatan (AI). Namun di tengah hiruk-pikuk AI, Valve diam-diam menyiapkan Steam Machine generasi baru yang kembali menggandeng AMD menggunakan GPU RDNA 3 semi-custom dan CPU Zen 4.
Keputusan ini menegaskan bahwa meski fokus investor kini tertuju pada chip AI, sektor gaming tetap menjadi panggung penting bagi AMD, baik dari sisi inovasi maupun visibilitas pasar.
Gaming AMD Menyusut, Tapi Tetap Jadi Etalase Teknologi
Pada puncaknya tahun 2023, segmen gaming menyumbang lebih dari 25% pendapatan AMD. Kini porsinya jatuh ke 10%, mencerminkan siklus naik-turun industri game yang memang ekstrem.
Bukan karena AMD kehilangan daya saing; permintaan PC dan konsol global memang tengah berada pada fase lemah.
Namun masuknya AMD ke Steam Machine generasi baru menunjukkan satu hal: teknologi chiplet AMD makin matang, dan Valve melihat nilai strategis dalam mengadopsinya. Produk baru ini memang tidak akan menambah pendapatan besar dalam waktu dekat, tetapi akan memperkuat brand visibility serta mendukung diversifikasi perangkat yang menggunakan APU (Accelerated Processing Unit) teknologi yang AMD pelopori sendiri.
Inovasi yang Murah, Efektif, dan Tidak Mengganggu Fokus AI
Tidak seperti lini data center dan akselerator AI yang menelan investasi besar, kolaborasi gaming seperti Steam Machine relatif berbiaya rendah. AMD hanya perlu memanfaatkan teknologi CPU-GPU yang sudah ada untuk menciptakan solusi semi-custom.
Karena itu, inovasi ini tidak akan mengalihkan perhatian dari bisnis inti AMD yakni akselerator AI high-margin seperti seri MI300 dan MI400.
Saham Naik 80% dalam Setahun
Di tengah siklus gaming yang lemah, AMD justru menikmati reli saham spektakuler: +80% dalam 12 bulan, jauh mengungguli S&P 500. Sentimen AI menjadi bahan bakar utamanya. Pendorong terbesar reli ini adalah:
- Kemitraan dengan OpenAI yang diumumkan Oktober, memicu lonjakan harga saham
- Sejumlah kontrak besar dengan hyperscaler
- Permintaan kuat chip AI AMD MI300 dan penerusnya
Nilai AMD kini berada di level premium, dengan forward P/E 102,8x, jauh di atas Nvidia (42,7x), Qualcomm, maupun Texas Instruments. Namun valuasi tinggi ini bukan fenomena baru historisnya AMD memang diperdagangkan di premium.
AMD Kembali Mengalahkan Ekspektasi
Pada laporan Q3, AMD mencatat:
- EPS: US$1,20 vs estimasi US$1,16
- Pendapatan: US$9,25 miliar vs perkiraan US$8,76 miliar
- Pertumbuhan YOY: +35,6%
Untuk Q4, perusahaan memandu pendapatan US$9,6 miliar, juga di atas ekspektasi. Catatan penting: AMD tidak memasukkan pendapatan dari China terkait chip MI308 karena pembatasan regulasi AS.
Dalam panggilan pendapatan, CEO Lisa Su menegaskan bahwa kemitraan OpenAI akan mempercepat pertumbuhan pendapatan AI perusahaan. Selain itu, Oracle akan mengadopsi 50.000 MI450 chips pada 2026 konfirmasi kuat bahwa AMD semakin kompetitif melawan Nvidia di pasar AI accelerator.
Bullish, Tapi Butuh Kejelasan Margin AI
Dari 43 analis Wall Street:
- 29 memberi Strong Buy.
- Target harga Wedbush: US$290, sedikit di atas rata-rata konsensus US$288,3.
- Kekhawatiran utama analis: belum ada transparansi soal gross margin produk AI, informasi yang dinilai krusial untuk menilai keberlanjutan valuasi premium AMD.
Wedbush menyatakan bahwa hanya “kejutan margin” dari lini AI yang dapat kembali mengangkat ekspektasi secara signifikan.
Steam Machine Tak Akan Menggerakkan Harga Saham, Tapi Menggerakkan Narasi
Adopsi AMD oleh Valve untuk Steam Machine baru memang tidak akan menjadi katalis pendapatan dalam waktu dekat. Namun itu:
Memperkuat reputasi AMD sebagai inovator gaming dan APU, membantu diversifikasi citra di luar AI, mengurangi risiko siklus industri gaming di masa depan, dan menambah portofolio platform yang menggunakan teknologi AMD.
Bagi investor, Steam Machine adalah cerita pendukung, bukan pendorong valuasi. Narasi utama AMD tetap: AI, data center, dan kompetisi jangka panjang melawan Nvidia.






