Investasi saham luar negeri semakin diminati investor Indonesia, terutama saham Amerika Serikat yang dikenal memiliki likuiditas tinggi, kualitas perusahaan kelas dunia, dan potensi pertumbuhan jangka panjang. Namun, anggapan bahwa saham AS selalu mahal sering membuat investor ragu memulai. Padahal, faktanya ada banyak saham Amerika yang murah yang tetap menawarkan fundamental solid dan peluang cuan menarik asal tahu cara mencarinya.
Artikel ini akan membahas tuntas apa yang dimaksud saham murah, bagaimana cara menemukannya di pasar AS, faktor yang mempengaruhi pergerakannya, hingga strategi cerdas memanfaatkannya sebagai bagian dari portofolio investasi global.
Memahami Konsep “Saham Murah”
Istilah saham Amerika yang murah tidak selalu berarti harga per lembar sahamnya rendah. Saham murah bisa didefinisikan melalui dua sudut pandang:
- Harga absolut rendah* – saham diperdagangkan di kisaran di bawah USD10 atau USD20 per lembar.
- Valuasi murah – saham dinilai undervalued dibandingkan kinerja fundamentalnya. Biasanya dilihat dari rasio seperti:
- Price to Earnings (P/E)
- Price to Book (P/B)
- Earnings Growth Rates
Dengan pendekatan valuasi, saham berharga USD100 bisa lebih “murah” secara fundamental dibanding saham seharga USD5 jika prospek dan kinerja bisnisnya lebih kuat.
Mengapa Saham Amerika Menarik untuk Diburu Saat Murah?
AS merupakan rumah bagi ribuan perusahaan lintas sektor: teknologi, kesehatan, energi, consumer goods, hingga manufaktur. Ketika pasar mengalami koreksi atau sentimen negatif sementara, banyak saham berkualitas turun harga—menciptakan peluang akumulasi di level murah.
Beberapa alasan mengapa berburu saham Amerika yang murah layak dipertimbangkan:
- Pasar terbesar dan paling likuid di dunia
Wall Street memberi peluang jual-beli cepat dengan spread rendah. - Transparansi tinggi
Laporan keuangan perusahaan AS lebih terbuka, audited, dan mudah diakses publik. - Inovasi berkelanjutan
Banyak perusahaan AS menjadi pionir teknologi global—potensi pertumbuhan jangka panjang. - Diversifikasi geografis
Mengurangi ketergantungan hanya pada pasar saham domestik.
Kategori Saham Amerika yang Sering Terlihat Murah
Ada beberapa kelompok saham AS yang secara historis sering masuk radar “value investor”:
- Saham Growth yang Sedang Terkoreksi
Perusahaan teknologi atau consumer digital dengan pertumbuhan cepat sering mengalami fluktuasi besar. Saat sentimen pasar negatif misalnya akibat kenaikan suku bunga—harga sahamnya terkoreksi tajam meski kinerja bisnis tetap berkembang.
- Saham Sektor Siklis
Saham sektor perbankan, energi, transportasi, atau properti biasanya sensitif pada kondisi ekonomi. Ketika pasar pesimis, harga bisa turun jauh di bawah nilai wajarnya.
- Saham Small & Mid-Cap
Perusahaan berkapitalisasi menengah dan kecil sering luput dari perhatian investor besar, sehingga valuasinya cenderung lebih rendah. Padahal, banyak di antaranya memiliki potensi ekspansi yang signifikan.
Cara Menilai Saham Amerika yang Murah tapi Berkualitas
Untuk menemukan saham Amerika yang murah tanpa terjebak saham jebakan (value trap), investor perlu analisis menyeluruh:
✅ Analisis Fundamental
- Laba konsisten dan bertumbuh
- Rasio utang sehat
- Arus kas positif
- Model bisnis jelas
✅ Rasio Valuasi
Bandingkan P/E dan P/B saham dengan rata-rata sektor industri. Jika jauh lebih rendah tapi kinerja stabil, peluang undervalued terbuka.
✅ Prospek Industri
Pilih perusahaan di sektor yang memiliki outlook jangka panjang cerah seperti AI, kesehatan, energi bersih, atau consumer services.
✅ Stabilitas Manajemen
Manajemen yang berpengalaman berperan penting dalam menjaga ekspansi bisnis sekaligus efisiensi biaya.
Risiko yang Tetap Perlu Dipertimbangkan
Berburu saham murah bukan tanpa risiko. Beberapa potensi masalah:
- Value Trap – saham murah karena bisnis sedang menurun permanen.
- Fluktuasi nilai tukar USD–IDR – investor Indonesia terpapar risiko kurs.
- Volatilitas pasar AS – sentimen global dapat menggerakkan harga ekstrem dalam waktu singkat.
Karena itu, diversifikasi tetap menjadi prinsip utama tidak mengalokasikan seluruh modal hanya pada satu saham atau satu sektor.
Strategi Investasi Saham Amerika yang Murah
Agar optimal, investor bisa menerapkan beberapa strategi berikut:
🔹 Dollar Cost Averaging (DCA)
Membeli saham secara berkala tanpa menebak titik terendah harga. Cocok untuk jangka panjang.
🔹 Value Investing
Membeli saham undervalued lalu menunggu hingga pasar mengoreksi valuasi ke level wajar.
🔹 Core–Satellite Portfolio
Gabungkan saham blue-chip stabil sebagai portofolio inti, lalu tambahkan saham murah berpotensi tumbuh sebagai penambah return.
Mengapa Momentum Saat Ini Relevan?
Dengan kondisi ekonomi global yang masih beradaptasi terhadap inflasi dan perubahan kebijakan moneter, volatilitas pasar AS tetap tinggi. Di sisi lain, situasi ini justru membuka peluang mendapatkan saham Amerika yang murah dengan fundamental bagus momen klasik bagi investor jangka panjang untuk mulai mengakumulasi aset berkualitas di harga diskon.
Mencari saham Amerika yang murah bukan sekadar mengejar harga rendah, melainkan menemukan perusahaan solid yang sedang dihargai di bawah nilai wajarnya. Dengan analisis fundamental yang tepat, disiplin strategi investasi, dan manajemen risiko matang, saham murah dapat menjadi mesin pertumbuhan portofolio jangka panjang.
Kini, kamu tidak perlu repot membuka akun broker luar negeri dengan proses rumit. Mulai investasi saham Amerika dengan mudah, aman, dan legal melalui aplikasi Nanovest. Nikmati akses langsung ke pasar saham AS, transaksi real-time, serta dukungan edukasi untuk membantu setiap keputusan investasimu.
Unduh Nanovest sekarang dan temukan peluang cuan dari saham Amerika yang murah untuk masa depan finansialmu!





