Dalam dunia investasi, memahami potensi keuntungan atau kerugian adalah fondasi utama untuk membuat keputusan yang cerdas. Salah satu konsep yang sering digunakan investor profesional untuk memperkirakan hasil investasi adalah expected return atau return yang diharapkan. Melalui konsep ini, investor dapat memprediksi potensi hasil di masa depan sebelum menempatkan dana ke dalam instrumen investasi tertentu.
Expected return membantu memberikan gambaran realistis mengenai potensi performa aset berdasarkan data historis, kondisi pasar, dan estimasi probabilitas dari beberapa skenario. Dengan mengetahui expected return, investor dapat menilai apakah suatu aset layak dipilih, membandingkan beberapa instrumen investasi, hingga merancang strategi portofolio yang sesuai dengan profil risiko.
Apa Itu Expected Return?
Expected return adalah estimasi rata-rata hasil (keuntungan atau kerugian) yang diharapkan investor dari sebuah aset atau portofolio di masa depan.
Perhitungan ini didasarkan pada:
-
Hasil-hasil yang mungkin terjadi (berdasarkan skenario ekonomi)
-
Probabilitas setiap skenario
-
Return yang diperkirakan muncul dari setiap skenario
Expected return bukan jaminan hasil, melainkan alat prediksi untuk membantu investor membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Expected Return
Ada beberapa faktor utama yang dapat mempengaruhi expected return dari suatu investasi, berikut diantaranya:
Kondisi ekonomi
Keadaan ekonomi global atau domestik, seperti resesi atau ekspansi ekonomi, dapat mempengaruhi return yang diharapkan dari suatu investasi. Misalnya, dalam periode pertumbuhan ekonomi baik, saham cenderung memberikan return yang lebih tinggi.
Kinerja keuangan perusahaan
Kinerja perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi rjuga sangat mempengaruhi expected return. Perusahaan dengan pertumbuhan pendapatan yang kuat dan manajemen yang baik cenderung memberikan return yang lebih tinggi.
Kebijakan pemerintah
Kebijakan fiskal dan moneter yang diterapkan oleh pemerintah, termasuk perubahan suku bunga, regulasi, dan kebijakan pajak, dapat mempengaruhi return investasi yang kamu lakukan. Kebijakan yang mendukung pertumbuhan bisnis umumnya dapat meningkatkan expected return.
Kegunaan Expected Return
Expected return memiliki beberapa kegunaan penting dalam investasi, berikut adalah beberapa kegunaan expected return bagi para investor:
Mengestimasi keuntungan atau kerugian
Expected return memungkinkan investor untuk memperkirakan potensi keuntungan atau kerugian dari suatu aset sebelum melakukan investasi. Dengan begitu, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi mengenai apakah suatu investasi layak atau tidak.
Menyusun keputusan dan strategi investasi masa depan
Dengan mengetahui expected return, kamu sebagai investor dapat merencanakan strategi investasi menjadi lebih efektif, menyesuaikan portofolio kamu sesuai profil, kemampuan, dan pertumbuhan aset untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko.
Memberikan gambaran kinerja investasi
Expected return juga memberikan gambaran umum tentang bagaimana suatu investasi mungkin berkinerja di masa depan, membantu investor mengelola ekspektasi mereka dan membuat penyesuaian jika diperlukan.
Rumus dan Cara Menghitung Expected Return
Untuk menghitung expected return, kamu bisa menggunakan rumus berikut:
Expected Return
(ER) = Σ (Probabilitas Kejadian x Return Kejadian)
Di mana:
- Probabilitas Kejadian adalah kemungkinan suatu hasil terjadi.
- Return Kejadian adalah return yang dihasilkan dari hasil tersebut.
Komponen Utama:
- Probabilitas: Estimasi peluang dari berbagai hasil yang mungkin terjadi.
- Return dari Masing-masing Hasil: Keuntungan atau kerugian yang diharapkan dari setiap hasil yang mungkin.
Dengan mengalikan probabilitas setiap hasil dengan return yang diharapkan, kemudian menjumlahkan semua hasil tersebut, kamu akan mendapatkan expected return keseluruhan.
Contoh Perhitungan Expected Return
Mari kita ambil contoh investasi pada saham Nvidia. Misalkan kamu ingin melakukan investasi di Saham Nvidia dan dihadapkan pada tiga skenario yang mungkin terjadi dalam setahun:
- Skenario Ekonomi Tumbuh (Probabilitas 50%): Return = 20%
- Skenario Ekonomi Stabil (Probabilitas 30%): Return = 10%
- Skenario Ekonomi Menurun (Probabilitas 20%): Return = -5%
Maka, kamu dapat menghitung expected return dengan cara:
ER = (0.5 x 20%) + (0.3 x 10%) + (0.2 x -5%)
ER = 10% + 3% – 1%
Expected Return = 12%
Jika berdasarkan contoh skenario di atas dan hasil perhitungannya, kamu sebagai investor dapat mengharapkan return sebesar 12% dari investasi di saham Nvidia dalam satu tahun.
Expected return adalah alat yang sangat penting bagi investor untuk memprediksi keuntungan dan menyusun strategi investasi yang efektif. Dengan menghitung expected return, kamu selaku investor dapat lebih siap menghadapi potensi risiko dan meraih peluang keuntungan yang lebih besar.
Jika kamu mulai tertarik untuk berinvestasi di saham global seperti Nvidia dan saham AS lainnya, Nanovest bisa menjadi pilihan platform investasi yang tepat. Dengan modal mulai dari Rp5.000, kamu bisa berinvestasi secara aman karena Nanovest berizin dari Bappebti dan dilindungi oleh asuransi Sinarmas.
Selain itu, Nanovest juga menawarkan berbagai instrumen lain seperti aset kripto dan emas untuk membantu kamu mengelola portofolio investasi melalui diversifikasi. Jadi, ayo download Nanovest sekarang dan mulai investasimu #AmansamaNano untuk raih return sebanyak-banyaknya.






