Dalam dunia trading saham, kripto, maupun forex, time frame adalah salah satu konsep paling dasar yang wajib dipahami trader pemula maupun berpengalaman. Time frame membantu trader membaca pergerakan harga, menentukan sinyal beli dan jual, serta menyesuaikan strategi trading dengan gaya masing-masing.
Lantas, apa itu time frame?
Apa arti 1D, 1W, 1M, M5, dan bagaimana cara memilih time frame yang tepat? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Time Frame dalam Trading?
Time frame adalah periode waktu yang digunakan untuk menampilkan pergerakan harga pada grafik (chart). Setiap satu candle atau bar pada chart merepresentasikan pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu.
Dengan kata lain, time frame menunjukkan “durasi waktu” dari satu candlestick.
Contoh:
-
Time frame M5 → 1 candle = pergerakan harga selama 5 menit
-
Time frame 1D → 1 candle = pergerakan harga selama 1 hari
Konsep time frame berlaku di semua pasar:
-
📈 Saham
-
🪙 Kripto
-
💱 Forex
Daftar Time Frame dan Artinya
Berikut time frame yang paling sering digunakan dalam trading:
| Time Frame | Arti |
|---|---|
| M1 | 1 menit |
| M5 | 5 menit |
| M15 | 15 menit |
| M30 | 30 menit |
| H1 | 1 jam |
| H4 | 4 jam |
| D1 (1D) | 1 hari |
| W1 (1W) | 1 minggu |
| MN (1M) | 1 bulan |
| 1Y | 1 tahun |
Arti 1D, 1W, dan 1M dalam Trading
🔹 Arti 1D dalam Trading
1D (Daily) berarti:
-
1 candle = pergerakan harga selama 1 hari
-
Umum digunakan untuk:
-
Swing trading
-
Analisis tren harian
-
Saham dan kripto
-
🔹 Arti 1W dalam Trading
1W (Weekly) berarti:
-
1 candle = pergerakan harga selama 1 minggu
-
Cocok untuk:
-
Melihat tren jangka menengah
-
Menghindari noise harga
-
Position trader & investor
-
🔹 Arti 1M dalam Trading
1M (Monthly) berarti:
-
1 candle = pergerakan harga selama 1 bulan
-
Digunakan untuk:
-
Melihat tren jangka panjang
-
Analisis makro pasar
-
Investor jangka panjang
-
Apa Itu M5 dalam Trading?
M5 adalah time frame 5 menit, artinya:
-
1 candlestick = pergerakan harga selama 5 menit
-
Umumnya dipakai untuk:
-
Scalping
-
Trading harian
-
Entry dan exit cepat
-
Trader M5 biasanya membutuhkan:
-
Fokus tinggi
-
Disiplin ketat
-
Manajemen risiko yang baik
Jenis Time Frame dalam Trading
1️⃣ Short Time Frame (Time Frame Pendek)
Contoh:
-
M1, M5, M15, M30, H1
Digunakan oleh:
-
Scalper
-
Day trader
Kelebihan:
-
Banyak peluang entry
-
Pergerakan harga cepat
Kekurangan:
-
Noise tinggi
-
Risiko false signal lebih besar
2️⃣ Medium Time Frame (Time Frame Menengah)
Contoh:
-
H4, D1
Digunakan oleh:
-
Swing trader
Kelebihan:
-
Sinyal lebih valid
-
Risiko lebih terkontrol
3️⃣ Long Time Frame (Time Frame Panjang)
Contoh:
-
W1, MN, 1Y
Digunakan oleh:
-
Position trader
-
Investor jangka panjang
Kelebihan:
-
Tren lebih jelas
-
Minim noise
Cara Memilih Time Frame Trading yang Tepat
Tidak ada time frame terbaik, yang ada time frame yang sesuai dengan gaya trading kamu.
Panduan Umum:
-
Scalping → M1, M5
-
Day trading → M15, M30, H1
-
Swing trading → H4, D1
-
Investasi → W1, MN
Multiple Time Frame Analysis (MTFA)
Strategi yang sering digunakan trader profesional adalah multiple time frame analysis.
Contoh:
-
Gunakan W1 atau D1 untuk melihat tren utama
-
Turun ke H4 atau H1 untuk konfirmasi
-
Gunakan M15 atau M5 untuk entry
Cara ini membantu:
-
Menghindari salah arah tren
-
Entry lebih presisi
-
Risiko lebih kecil
Time Frame dalam Saham, Kripto, dan Forex
Konsep time frame sama di semua market, yang membedakan hanyalah:
-
Jam pasar
-
Volatilitas
Contoh:
-
Kripto → pasar buka 24 jam, cocok untuk M5–H1
-
Saham → terbatas jam bursa, cocok untuk D1–W1
-
Forex → volatil tinggi, cocok untuk M15–H4
Kesimpulan
Time frame adalah fondasi utama dalam trading.
Memahami arti 1D, 1W, 1M, M5, serta cara menggunakannya akan membantu kamu:
-
Membaca arah pasar
-
Menghindari entry asal
-
Menyesuaikan strategi dengan gaya trading
Semakin tepat time frame yang kamu pilih, semakin besar peluang trading yang konsisten.






