Melemahnya yield T-note AS dan survei manufaktur yang buruk menekan dolar. Sementara itu, emas dan perak meraih momentum di tengah ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga lebih rendah dari ECB.
Browsing: Emas
Harga emas mencetak rekor tertinggi empat hari berturut-turut, didorong oleh stimulus ekonomi China dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Apakah tren ini akan berlanjut? Simak ulasannya di sini.
Ekonom Peter Schiff mengungkapkan prediksi mengejutkan bahwa emas bisa melonjak ke $100.000 per ons, didorong oleh inflasi dan penurunan kepercayaan terhadap dolar AS.
Harga emas turun akibat stimulus ekonomi China yang gagal memicu optimisme investor, sementara penguatan dolar AS menambah tekanan pada logam mulia di pasar global.
Harga emas diperkirakan akan bergejolak, dipengaruhi oleh rilis data pertumbuhan ekonomi China dan klaim pengangguran AS.
Harga emas sempat mencapai rekor tertinggi dan memicu volatilitas harga setelah Fed memotong suku bunga 50 bps.
Pemangkasan suku bunga sebesar 50 bps oleh The Fed mendorong kenaikan harga emas, dengan proyeksi mencapai $2.700 pada awal 2025.
Harga emas masih stabil di atas US$ 2.500 meski mengalami koreksi tipis, pasar menantikan keputusan The Fed terkait pemangkasan suku bunga
Harga emas naik tipis di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik. Pasar menanti kebijakan suku bunga AS dan perkembangan konflik Timur Tengah yang bisa mendorong harga emas melejit.


