Kenaikan harga emas yang disebabkan oleh melemahnya dolar AS, dan meningkatnya permintaan safe haven akibat konflik perdagangan global yang dipicu oleh tarif baru.
Browsing: Emas
Harga emas naik 1,1% ke level tertinggi dua minggu setelah Bank Sentral China kembali membeli emas dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu permintaan safe-haven.
Harga emas ambruk, dipengaruhi oleh lonjakan dolar AS. Analis optimis emas tetap jadi aset lindung nilai di tengah ekspektasi inflasi dan ketidakpastian moneter AS.
Meski mencatat kerugian bulanan 3%, emas mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik. Apakah harga emas dapat bangkit kembali?
Emas Menguat karena Dolar Melemah dan Permintaan Safe-Haven
Saat ini, spot emas naik 1.2% menjadi $2,691.36 per ons setelah turun ke level terendah dalam tiga minggu. Hal ini didorong oleh pelemahan dolar AS dan pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Harga emas spot naik 0.2% menjadi $2,641.79 per ounce. Emas berjangka AS stabil di $2,642.00. Hal ini terjadi karena ketidakpastian geopolitik dan perang dagang, serta volume trading yang rendah.
Harga emas naik 0,4% setelah laporan ADP menunjukkan pertumbuhan payroll moderat. Geopolitik global dan kebijakan The Fed menjadi fokus utama pasar.
Emas naik lebih dari 30% mengalahkan S&P 500 sebesar 22%. Goldman Sachs menaikkan target harga emas dari $2,700 menjadi $2,900 per ons troy untuk awal tahun 2025.


