Tesla kembali berada di bawah tekanan dalam perebutan dominasi robotaxi setelah Waym unit kendaraan otonom milik Alphabet mendapat izin memperluas operasi komersial ke jalan tol di San Francisco, Los Angeles, dan Phoenix.
Keputusan regulator ini menempatkan Waymo selangkah lebih maju dalam kompetisi teknologi yang diproyeksikan menghasilkan ratusan miliar dolar pendapatan di pasar mobilitas masa depan.
Janji Robotaxi Tesla yang Tak Kunjung Terwujud
Pada “Autonomy Day” 2019, CEO Elon Musk pernah menjanjikan bahwa satu juta robotaxi Tesla akan beroperasi dan menghasilkan sekitar $30.000 per tahun untuk pemilik kendaraan.
Musk bahkan memperkirakan Tesla akan memetik 25–30% pendapatan dari armada robotaxi tersebut. Namun enam tahun berlalu, ambisi tersebut masih jauh dari realisasi.
Salah satu hambatan terbesar datang dari teknologi Full Self-Driving (FSD) Tesla yang hingga kini belum memenuhi standar keselamatan regulator untuk operasi otonom penuh.
Sementara itu, proyeksi produksi robotaxi Tesla pada April 2026 diperkirakan analis akan kembali molor seperti banyak prediksi Musk sebelumnya.
Strategi Kamera-Only Tesla Dipertanyakan
Tesla tetap teguh menggunakan pendekatan kamera sebagai satu-satunya sensor utama, berbeda dari kompetitor yang menggabungkan lidar, radar, audio array, dan berbagai sensor redundant.
Kritik terhadap strategi tersebut kembali menguat setelah Tesla menghentikan proyek superkomputer Dojo, yang sebelumnya digadang-gadang menjadi tulang punggung kecerdasan visual mobil otonom Tesla.
“Sejak 2016 Tesla mengklaim kamera cukup untuk otonomi penuh. Itu tidak benar saat itu, dan tidak benar sekarang,” ujar Sam Abuelsamid, analis Telemetry, yang menilai target produksi robotaxi Tesla “sangat mungkin kembali meleset.”
Tesla kini beralih ke chip baru rancangan internal, tetapi perubahan arah ini menandai keraguan atas efektivitas strategi sebelumnya.
250.000 Perjalanan per Minggu
Berbeda dengan Tesla, Waymo mengoperasikan robotaxi tanpa pengemudi dengan kombinasi 13 kamera, 4 lidar, 6 radar, serta sensor audio eksternal kombinasi yang dianggap lebih aman dan reliabel oleh regulator maupun peneliti.
Waymo kini mencatat sekitar 250.000 perjalanan komersial per minggu, melayani San Francisco, Los Angeles, Phoenix, Atlanta, dan Austin. Izin terbaru untuk masuk highway memperkuat posisinya sebagai pemimpin pasar robotaxi di AS.
Robotaxi Tesla Masih Bertahap dan Diawasi Ketat
Di Austin, Tesla memang telah menguji robotaxi secara terbatas, tetapi setiap kendaraan masih wajib membawa safety engineer di belakang kemudi. Kehadiran operator manusia menunjukkan sistem Tesla masih jauh dari otonomi penuh.
Sementara itu, model robotaxi Tesla disebut Cybercab direncanakan hadir tanpa setir dan pedal. Namun analis menyebut desain tersebut tidak akan mendapat izin penjualan sebelum Tesla memperoleh persetujuan regulator federal, yang hingga kini masih belum terlihat sinyalnya.
Dari Otomotif ke Robotika
Musk kini menyatakan Tesla bukan lagi perusahaan otomotif, melainkan perusahaan robotika. Pernyataan ini muncul setelah pemegang saham menyetujui kompensasi saham hingga $1 triliun, paket terbesar dalam sejarah korporasi AS keputusan yang memperkuat kontrol Musk atas Tesla.
Namun di saat yang sama, Tesla tak lagi mendapat ruang napas dari pendapatan kredit regulasi, yang selama ini menjadi sumber pemasukan tambahan penting. Pada 2023 perusahaan meraup $1,79 miliar dari kredit tersebut, dan sekitar $11 miliar sejak aturan itu berlaku.
China Menyerbu, GM Mundur
Sementara Tesla berjuang mengejar ambisi otonomi, persaingan kendaraan listrik global makin sengit. Produsen BEV asal China seperti Baidu, Pony.ai, DiDi, NIO, dan Geely mempercepat inovasi otonomi.
Di sisi lain, General Motors justru menghentikan operasional Cruise setelah serangkaian insiden dan kerugian berat.
Dengan pangsa pasar Tesla di Eropa dan Amerika Latin makin tertekan oleh produsen China, masa depan Tesla semakin bergantung pada kemampuan Musk mengeksekusi visi robotaxi di tengah tekanan kompetisi dan regulasi.
Taruhan pada Tesla Adalah Taruhan pada Musk
Dengan banyak prediksi meleset, perubahan strategi, hingga pesaing yang melaju kencang, robotaxi Tesla masih berada dalam fase ketidakpastian. Untuk investor, membeli saham Tesla pada titik ini pada dasarnya berarti mempertaruhkan keyakinan bahwa Elon Musk dapat mengatasi hambatan teknis, politik, dan komersial sesuatu yang selalu ia janjikan, namun belum sepenuhnya terwujud.
Rekomendasi analis tetap: Hold pemegang saham dianjurkan bertahan, sementara pihak yang menunggu masuk disarankan belum mengambil posisi.






