Kinerja Saham Intel 2025–2026 Dari Krisis ke Momentum
Setelah bertahun-tahun berada di bawah bayang-bayang raksasa AI seperti Nvidia dan manufaktur canggih seperti TSMC, Intel (INTC) akhirnya kembali mencuri perhatian pasar. Saham Intel melonjak 82,5% sepanjang 2025, jauh melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang hanya sekitar 16,6%. Lebih menarik lagi, di awal 2026 saham Intel sudah menguat 19%, bahkan sebelum laporan kinerja kuartal keempat dirilis.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Intel bisa bangkit, melainkan sejauh mana reli ini bisa berlanjut.
Laporan Keuangan Q3 Jadi Titik Balik Intel
Kuartal ketiga 2025 menjadi fondasi penting dari optimisme pasar. Intel mencatatkan pendapatan USD 13,7 miliar, melampaui ekspektasi analis dan tumbuh 3% secara tahunan. Ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa restrukturisasi bertahun-tahun mulai membuahkan hasil.
Laba bersih yang disesuaikan kembali ke zona positif di USD 0,23 per saham, berbalik dari rugi USD 0,46 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin kotor juga membaik ke 40%, mencerminkan kombinasi produk yang lebih sehat dan berkurangnya tekanan inventori.
Data Center, AI, dan Perubahan Arah Strategi Intel
Segmen Data Center dan AI menjadi sorotan utama. Pendapatan mencapai USD 4,1 miliar, naik 5% secara kuartalan. Permintaan terhadap server AI, solusi penyimpanan, dan CPU host menjadi pendorong utama.
Manajemen Intel bahkan mengindikasikan bahwa permintaan CPU terkait AI dapat bertahan hingga 2026, seiring ekspansi masif infrastruktur kecerdasan buatan global. Ini penting, karena selama ini Intel sering dianggap “tertinggal” dalam perlombaan AI.
Intel Foundry, Insentif Pemerintah, dan Ambisi Jangka Panjang
Intel Foundry tetap menjadi pilar strategis jangka panjang. Meski performanya sempat melemah, manajemen yakin potensi pertumbuhan masih sangat besar. Kapasitas data center AI diproyeksikan melonjak tajam hingga akhir dekade ini, menciptakan permintaan masif terhadap wafer dan teknologi advanced packaging.
Intel juga diuntungkan oleh diversifikasi rantai pasok global serta insentif pemerintah AS untuk memperkuat produksi semikonduktor domestik. Dalam konteks geopolitik dan keamanan rantai pasok, faktor ini menjadi nilai tambah yang sering diremehkan pasar.
Kolaborasi Intel–Nvidia Sinyal Penting untuk Industri AI
Salah satu perkembangan paling strategis adalah kolaborasi Intel dengan Nvidia, termasuk integrasi CPU x86 Intel dengan teknologi NVLink milik Nvidia. Di tengah narasi persaingan, langkah ini justru menunjukkan pendekatan pragmatis: Intel tidak hanya ingin bersaing, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem AI global.
Bagi investor, ini adalah sinyal bahwa Intel mulai bermain lebih fleksibel dan realistis.
Kesehatan Keuangan Arus Kas Positif dan Deleveraging
Dari sisi neraca, Intel berada dalam posisi yang jauh lebih kuat. Per akhir Q3, perusahaan memiliki lebih dari USD 30 miliar kas dan investasi jangka pendek, didukung oleh insentif pemerintah, investasi swasta (termasuk SoftBank), serta monetisasi aset.
Meski belanja modal tetap besar, free cash flow kembali positif di USD 900 juta. Intel juga menegaskan komitmennya untuk mengurangi utang secara bertahap hingga 2026, sebuah langkah penting untuk menjaga kepercayaan investor jangka panjang.
Ekspektasi Q4 dan Proyeksi 2026
Untuk kuartal keempat, analis memperkirakan pendapatan sekitar USD 13,38 miliar dengan laba USD 0,08 per saham. Secara tahunan, proyeksi 2025 berada di USD 52,5 miliar pendapatan dan USD 0,34 EPS.
Yang paling menarik, laba Intel diperkirakan tumbuh 78,5% pada 2026. Jika tren ini bertahan, 2026 berpotensi menjadi tahun di mana Intel benar-benar memulihkan reputasinya sebagai pemain utama industri semikonduktor berbasis AI.
Penilaian Wall Street: Peluang vs Risiko
Meski kinerja saham impresif, Wall Street masih bersikap hati-hati. Konsensus analis berada di peringkat “Hold”, dengan mayoritas menunggu bukti keberlanjutan pertumbuhan. Harga saham saat ini sudah melampaui target rata-rata USD 40,09, namun estimasi tertinggi USD 60 mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 28% dalam 12 bulan ke depan.
Apakah 2026 Akan Jadi Tahun Rebranding Intel?
Intel belum sepenuhnya keluar dari bayang-bayang masa lalu. Namun, kombinasi pemulihan operasional, momentum AI, kolaborasi strategis, dan disiplin finansial membuat narasi Intel kini berubah.
Bagi investor, laporan Q4 bukan sekadar angka pendapatan melainkan ujian kredibilitas. Jika Intel mampu mempertahankan ritme ini, 2026 bisa menjadi titik balik sejarah, bukan hanya bagi saham INTC, tetapi juga bagi posisi Intel dalam peta besar industri AI global.
Di pasar yang digerakkan oleh ekspektasi, Intel kini punya sesuatu yang lama hilang: harapan yang masuk akal.






