Taiwan kembali menjadi pusat perhatian industri teknologi global. Foxconn (Hon Hai Precision Industry), produsen kontrak elektronik terbesar di dunia, melaporkan pendapatan kuartal keempat (Q4) 2025 yang melonjak 22,07% secara tahunan, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Angka ini bukan sekadar statistik ia adalah indikator keras bahwa roda ekonomi teknologi dunia kini berputar semakin kencang ke arah kecerdasan buatan (AI).
Dalam pernyataan resminya, Foxconn mengumumkan pendapatan Q4 mencapai T$2,6028 triliun atau sekitar US$82,73 miliar, jauh melampaui estimasi analis LSEG SmartEstimate di level T$2,418 triliun. Pasar jelas tidak hanya terkejut, tetapi juga diyakinkan bahwa AI bukan tren sementara, melainkan fondasi baru industri.
Mesin Uang Baru Foxconn
Pertumbuhan agresif ini terutama ditopang oleh divisi cloud dan networking, yang menjadi tulang punggung produksi server AI berperforma tinggi. Foxconn saat ini dikenal sebagai mitra manufaktur terbesar Nvidia untuk server, menempatkannya tepat di jantung rantai pasok revolusi AI global.
Ketika perusahaan-perusahaan teknologi besar mulai dari hyperscaler hingga pengembang model AI berlomba memperluas kapasitas komputasi, permintaan terhadap AI server rack melonjak drastis. Foxconn bukan hanya ikut arus; ia berada di garis depan, mengubah lonjakan permintaan AI menjadi pendapatan riil.
Bahkan jika dihitung dalam basis dolar AS, pendapatan Foxconn di Q4 masih naik 26,4%, menandakan bahwa pertumbuhan ini bukan ilusi kurs mata uang, melainkan kenaikan fundamental.
iPhone Melambat, Tapi Tak Lagi Dominan
Menariknya, di saat AI melesat, segmen smart consumer electronics yang mencakup produksi iPhone untuk Apple justru mencatat penurunan tipis pendapatan. Manajemen Foxconn menyebut faktor nilai tukar sebagai penyebab utama.
Namun, pesan tersiratnya lebih dalam: ketergantungan Foxconn pada iPhone semakin berkurang. AI, cloud, dan infrastruktur jaringan kini menjadi pilar pertumbuhan baru, mengurangi risiko siklus musiman produk konsumen.
Bagi investor, ini adalah kabar strategis. Foxconn tidak lagi sekadar “perpanjangan tangan Apple”, tetapi berevolusi menjadi enabler utama ekonomi AI global.
Awal 2026 Musiman Turun, Tapi Tetap Kuat
Foxconn memang memperingatkan bahwa kuartal pertama 2026 akan memasuki perlambatan musiman untuk produk teknologi informasi dan komunikasi. Namun, perusahaan optimistis bahwa permintaan AI server tetap solid, bahkan dengan basis perbandingan Q4 yang sudah sangat tinggi.
Manajemen memperkirakan kinerja Q1 2026 akan berada di kisaran atas rata-rata lima tahun terakhir, sebuah pernyataan yang secara implisit menunjukkan kepercayaan diri tinggi terhadap keberlanjutan boom AI.
Saham dan Pesan ke Pasar Global
Sepanjang 2025, saham Foxconn telah naik 25,3%, sejalan dengan indeks pasar Taiwan. Menjelang rilis data pendapatan, sahamnya kembali menguat, mengalahkan kinerja indeks acuan.
Bagi pasar, pesan Foxconn jelas:
Jika ingin membaca arah masa depan industri teknologi, lihat ke mana arus uang AI mengalir.
Lonjakan pendapatan Foxconn bukan sekadar kabar korporasi. Ini adalah penanda fase baru ekonomi global, di mana AI menjadi katalis utama pertumbuhan, menggantikan dominasi produk konsumen tradisional.
Bagi investor saham teknologi, pelaku industri semikonduktor, hingga pengamat makroekonomi, laporan ini menegaskan satu hal penting:
AI bukan lagi cerita masa depan ia sudah menjadi mesin uang hari ini.
Dan Foxconn, diam-diam namun pasti, sedang memastikan dirinya tidak tertinggal di dalamnya.






