JPMorgan Chase mempertegas posisinya sebagai raksasa pendanaan di Wall Street dengan serangkaian “super-sized checks” yang membuat pemain private credit maupun bank besar lain tersingkir dari persaingan.
Dengan aset US$4,6 triliun dan kapasitas teoretis untuk menanggung eksposur hingga hampir US$50 miliar untuk satu klien, JPMorgan kini menjadi mesin utama pendanaan akuisisi berprofil tinggi di tengah pasar kredit yang penuh ketidakpastian.
Ketika Private Credit Makin Besar, JPMorgan Justru Melesat
Dalam dua tahun terakhir, banyak prediksi menyebut private credit akan merebut pangsa pasar pendanaan leveraged buyout (LBO) dari bank. Namun, serangkaian manuver agresif JPMorgan membalik narasi itu.
Bank ini menyalip kompetitornya lewat paket pembiayaan jumbo yang sulit ditandingi:
- US$8 miliar untuk akuisisi Skechers oleh 3G Capital.
- US$17,5 miliar untuk pemisahan Warner Bros. Discovery.
- Dan yang paling mencolok: US$20 miliar untuk akuisisi raksasa video game Electronic Arts (EA) komitmen terbesar yang pernah dibuat satu bank untuk LBO.
Hanya dalam 11 hari sejak CEO Silver Lake, Egon Durban, menghubungi Jamie Dimon, kesepakatan EA langsung menggelinding, menghasilkan fee sekitar US$500 juta bagi JPMorgan dan bank-bank yang ikut serta.
“If We’re In for a Penny, We’re In for a Pound”
Filosofi itu menjadi fondasi strategi JPMorgan. Menurut Kevin Foley, Global Head of Capital Markets, bank hanya masuk ke transaksi yang diyakini kuat tetapi jika sudah masuk, mereka masuk total.
Pendekatan itu memberi keunggulan ketika pasar kredit tumbuh tak menentu akibat risiko default, tekanan sektor tertentu, dan volatilitas suku bunga.
Keputusan JPMorgan mengurangi underwriting transaksi berisiko tinggi pada 2022 juga terbukti jitu. Langkah itu membuat mereka terhindar dari kerugian ratusan juta dolar yang dialami bank lain dalam buyout besar seperti Citrix Systems dan Nielsen Holdings.
Deal US$55 Miliar yang Mengubah Peta
Akuisisi EA yang dipimpin Silver Lake dengan dukungan Saudi Arabia’s Public Investment Fund (PIF) dan Affinity Partners milik Jared Kushner menjadi salah satu transaksi paling bersejarah di industri hiburan dan gaming.
EA, pemilik waralaba Battlefield dan EA Sports FC, kini berada di bawah konsorsium raksasa, sementara JPMorgan meneguhkan diri sebagai bank dengan daya tembak pendanaan paling agresif dan terpercaya di pasar LBO global.
Dua Kesepakatan Dibatalkan
Walau mendominasi, JPMorgan juga menghadapi hambatan:
- Penarikan US$5,8 miliar pembiayaan Nouryon akibat kekhawatiran industri kimia.
- Pembatalan US$950 juta untuk Pursuit Aerospace setelah pasar menolak pemotongan tiga poin biaya pinjaman.
Kedua insiden ini menunjukkan sensitivitas investor terhadap risiko kredit dan gejolak geopolitik, khususnya tarif serta kondisi supply chain global.
Hubungan Rumit yang Makin Tegang
Persaingan antara bank investasi dan perusahaan private credit mencapai titik panas setelah serangkaian kegagalan kredit memicu saling sindir. Jamie Dimon memperingatkan bahwa keruntuhan Tricolor Holdings yang menimbulkan kerugian US$170 juta bagi JPMorgan hanyalah “kecoa pertama,” merujuk potensi masalah tersembunyi di pasar kredit.
Private credit menilai komentar tersebut sebagai kritik terhadap kualitas due diligence mereka.
Namun dinamika pasar terus bergeser. Private credit kini menangani lebih banyak deal jumbo, tetapi bank-bank besar kembali menekan dengan kemampuan multiplatform: syndicated loans, bridge loans, dan pendanaan direktur hingga puluhan miliar dolar.
Potensi Rekor M&A Baru
Banyak bankir investasi memperkirakan 2026 dapat menjadi tahun rekor untuk merger dan akuisisi global. Dengan rekam jejak tujuh kali menduduki posisi nomor satu dalam pendanaan akuisisi dalam 10 tahun terakhir, JPMorgan berada di titik strategis untuk mendominasi gelombang deal berikutnya.
Pendekatan “product-agnostic” yang ditawarkan JPMorgan apa pun jenis pembiayaannya, yang penting pilih JPMorgan menjadi paket yang sulit ditolak klien besar.
Dominasi JPMorgan Semakin Sulit Dikejar
Di tengah volatilitas pasar kredit dan meningkatnya persaingan global, JPMorgan memperlihatkan kekuatan yang hampir tidak tertandingi. Dengan kemampuan menulis cek US$20 miliar hanya dalam hitungan hari, bank ini bukan hanya mengikuti dinamika pasar tetapi mengubahnya.
Bagi pesaing di Wall Street maupun private credit, pesan JPMorgan jelas: modal, kecepatan, dan kepercayaan adalah kombinasi yang sulit dikalahkan.






