Intel Corporation (NASDAQ: INTC) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah Jefferies menaikkan target harga saham Intel dari US$40 menjadi US$45, meskipun tetap mempertahankan rekomendasi Hold. Kenaikan target harga ini mencerminkan pandangan selektif analis terhadap prospek Intel, yang dinilai memiliki peluang pertumbuhan, tetapi masih dibatasi oleh sejumlah kendala struktural yang berpotensi menekan kinerja perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.
Jefferies menilai Intel akan mendapat dukungan dari permintaan server yang masih kuat hingga 2026, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk data center dan beban kerja berbasis kecerdasan buatan. Namun, potensi tersebut dinilai belum dapat dimonetisasi secara optimal karena keterbatasan kapasitas produksi. Intel disebut berencana mengalihkan kapasitas Intel 7/10 dari segmen PC kelas bawah ke produk server legacy, sebuah langkah yang mencerminkan upaya perusahaan menjaga keseimbangan pasokan di tengah tekanan permintaan.
Di sisi lain, pasar PC diperkirakan mulai mengalami pelemahan sejak Maret, dengan penurunan volume setidaknya di kisaran mid-single digit pada tahun depan. Pelemahan ini dipicu oleh kenaikan biaya memori yang berpotensi menurunkan spesifikasi perangkat sekaligus mendorong kenaikan harga jual rata-rata. Sejalan dengan itu, konsensus pasar memperkirakan volume PC global dapat turun sekitar 8% mulai Maret, menambah tekanan bagi Intel yang masih bergantung pada segmen tersebut.
Tekanan juga diperkirakan datang dari sisi profitabilitas. Jefferies memproyeksikan margin Intel akan tertekan seiring dengan peningkatan produksi Lunar Lake serta dimulainya tahap awal proses manufaktur 18A untuk Granite Rapids. Kombinasi kedua faktor ini diperkirakan akan menekan margin di bawah 36%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi konsensus saat ini, mengingat fase awal produksi teknologi baru umumnya membutuhkan biaya tinggi.
Secara keseluruhan, Jefferies memperkirakan panduan kinerja Intel untuk setahun penuh berpotensi mengecewakan pasar. Keterbatasan kapasitas dinilai akan menghambat monetisasi penuh server Granite Rapids, sementara pasar PC yang melemah dan tekanan margin diperkirakan bertahan sepanjang tahun. Belanja modal Intel diproyeksikan cenderung datar hingga sedikit meningkat, seiring persiapan produksi Granite Rapids dan upaya perusahaan memperkuat daya saing di segmen advanced packaging, yang semakin krusial dalam industri semikonduktor global.






