Wall Street kembali menguat pada perdagangan Rabu, ditopang lonjakan saham teknologi besar serta solidnya performa sektor semikonduktor menjelang laporan pendapatan Nvidia yang dirilis setelah penutupan pasar. S&P 500 naik 0,41%, Nasdaq 100 menguat 0,60%, dan Dow Jones bergerak tipis 0,02%.
Rebound hari ini terjadi setelah tekanan jual tajam di awal pekan, sementara investor melakukan short covering dan menata ulang posisi di tengah sensitivitas pasar terhadap perkembangan terbaru industri kecerdasan buatan.
Saham Alphabet menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan lebih dari 5% setelah Google memperkenalkan versi terbaru model kecerdasan buatan Gemini. Eksekutif perusahaan menyebut upgrade tersebut sebagai “lompatan masif” dalam kemampuan penalaran dan pemrograman, sehingga mempertegas posisi Google dalam persaingan AI global.
Pengumuman itu langsung mendorong reli megacap technology dan menghidupkan kembali antusiasme pasar terhadap aset berbasis AI.
Fokus berikutnya adalah Nvidia, yang pendapatannya akan dirilis malam ini. Hasil perusahaan ini dipandang sebagai barometer utama untuk mengukur apakah valuasi tinggi saham teknologi serta besarnya belanja modal untuk komputasi AI masih sejalan dengan fundamental.
Saham Nvidia sendiri naik lebih dari 1% menjelang rilis laporan, sementara sektor semikonduktor bergerak kompak menguat. ON Semiconductor dan Lam Research melesat di atas 3%, diikuti Applied Materials dan KLA Corp yang masing-masing menguat lebih dari 2%.
ASML, Marvell Technology, dan Nvidia sendiri juga bergerak positif, mempertegas sentimen bahwa permintaan chip AI masih solid.
Namun, pelemahan tajam harga minyak WTI yang turun lebih dari 2% menekan sektor energi. Saham-saham seperti APA Corp turun 5%, Valero Energy merosot 4%, sementara Occidental Petroleum, Marathon, Devon, dan Phillips 66 terkoreksi lebih dari 3%.
Chevron menjadi salah satu penekan Dow Jones setelah turun lebih dari 2% di tengah tekanan pada emiten energi.
Di sisi makro, investor mencerna data ekonomi yang menunjukkan aplikasi hipotek AS turun 5,2% pekan lalu, sementara suku bunga KPR 30 tahun naik menjadi 6,37%. Defisit perdagangan AS pada Agustus menyempit signifikan menjadi $59,6 miliar, jauh lebih baik dibanding Juli.
Pasar kini menantikan serangkaian laporan ekonomi yang tertunda, termasuk klaim pengangguran, laporan tenaga kerja, PMI manufaktur dan jasa, hingga data sentimen konsumen.
Risalah pertemuan FOMC juga dirilis hari ini, dengan pasar memperkirakan peluang 48% terjadinya pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan Fed 9–10 Desember.
Yield Treasury 10 tahun turun tipis ke 4,106% seiring turunnya ekspektasi inflasi akibat anjloknya harga minyak.
Pergerakan saham individual cukup variatif. Dycom Industries melonjak 15% setelah mengakuisisi Power Solutions senilai $1,95 miliar, sementara La-Z-Boy naik lebih dari 10% setelah mencetak penjualan di atas ekspektasi.
Unity Software menguat lebih dari 5% setelah menggandeng Epic Games untuk membawa game Unity ke Fortnite. MP Materials juga bergerak positif setelah Goldman Sachs memberikan rating buy.
Lowe’s ikut menguat 4% usai menaikkan proyeksi pendapatan 2026. Di sisi lain, Agios Pharmaceuticals anjlok 47% karena hasil uji klinis yang gagal memenuhi salah satu target utama, sementara Eversource Energy terkoreksi 7% akibat penolakan regulator terhadap rencana penjualan anak usaha.
Kenaikan indeks hari ini menandai pemulihan teknikal pasar, tetapi kehati-hatian tetap dominan. Sentimen pasar sangat mungkin berubah cepat bergantung pada hasil pendapatan Nvidia yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi poros utama narasi AI global.
Bagi investor, laporan tersebut bisa menjadi pemicu euforia lanjutan atau justru membuka babak koreksi baru jika ekspektasi tinggi pasar tidak terpenuhi.






