Saham Baidu, Inc. (NASDAQ: BIDU) mencatat lonjakan tajam lebih dari 20% dalam sepekan, sekaligus menembus level tertinggi 52 minggu. Kenaikan agresif ini bukan kebetulan, melainkan respons pasar terhadap kabar strategis: rencana IPO anak usaha chip AI Baidu, Kunlunxin, di Bursa Hong Kong (HKEx).
Bagi investor, ini bukan sekadar berita korporasi biasa. Ini adalah sinyal bahwa Baidu mulai membuka nilai tersembunyi (unlocking value) dari bisnis AI-nya—sebuah langkah yang selama ini dinanti pasar.
IPO Kunlunxin: Spin-Off atau Langkah Bertahan Hidup?
Dalam dokumen resmi, Baidu menyatakan tengah menyiapkan spin-off Kunlunxin (Beijing) Technology Co., Ltd., dengan rencana pencatatan saham seri H di Hong Kong. Meski masih menunggu persetujuan regulator, arah strateginya sudah jelas.
Yang menarik, Kunlunxin tetap menjadi anak usaha Baidu setelah IPO. Artinya:
- Baidu tetap memegang kendali strategis
- Investor publik mendapat eksposur langsung ke bisnis chip AI
- Valuasi Kunlunxin bisa dinilai secara independen oleh pasar
Ini adalah pola yang semakin populer di perusahaan teknologi besar China: memisahkan unit bernilai tinggi agar tidak “tenggelam” di bawah valuasi induk.
Mengapa Chip AI Sangat Krusial Saat Ini?
Kunlunxin bukan pemain sembarangan. Didirikan pada 2012, unit ini menjadi tulang punggung ambisi Baidu untuk menjadi perusahaan AI full-stack, dari software hingga hardware.
Fakta penting yang sering luput:
- Tahun lalu, Kunlunxin meraih pesanan senilai 1 miliar yuan
- Kliennya termasuk perusahaan teknologi yang memasok China Mobile, operator seluler terbesar di China
Di tengah pembatasan chip AS dan ketegangan geopolitik, chip AI buatan dalam negeri China menjadi aset strategis, bukan sekadar lini bisnis.
Bagi investor global, ini berarti Kunlunxin berdiri di persimpangan antara:
- AI boom global
- Kebijakan substitusi impor China
- Ketegangan teknologi AS–China
Valuasi Baidu: Masih Undervalued?
Meskipun saham BIDU melonjak, banyak analis berpendapat bahwa valuasi Baidu masih tertinggal dibanding raksasa teknologi AI global. Selama ini, pasar cenderung:
- Menilai Baidu hanya sebagai “search engine China”
- Mengabaikan nilai AI, cloud, dan chip internalnya
IPO Kunlunxin berpotensi menjadi katalis revaluasi—bukan hanya untuk unit chip, tetapi juga untuk keseluruhan ekosistem AI Baidu.
Namun, investor perlu bertanya:
👉 Apakah lonjakan ini awal tren baru, atau sekadar euforia jangka pendek?
Risiko yang Tidak Boleh Diabaikan
Sebagai Hard News, penting untuk jujur pada risiko:
- IPO belum final, masih tergantung persetujuan regulator
- Sentimen saham China tetap rentan terhadap isu geopolitik
- Persaingan chip AI domestik di China semakin ketat
Artinya, volatilitas masih akan tinggi, dan saham BIDU bukan tanpa risiko.
Kesimpulan: Baidu Sedang Berubah
Lonjakan 20% saham Baidu bukan hanya soal angka. Ini adalah narasi transformasi—dari perusahaan internet lama menjadi pemain AI dan semikonduktor strategis.
IPO Kunlunxin bisa menjadi:
- Jalan membuka nilai tersembunyi
- Bukti keseriusan Baidu di AI
- Sinyal bahwa saham teknologi China belum selesai bercerita






