Alibaba kembali menunjukkan agresivitasnya di sektor kecerdasan buatan (AI) setelah memimpin pendanaan sebesar 2 miliar yuan atau sekitar US$293 juta untuk ShengShu Technology, sebuah startup asal Beijing yang fokus pada pengembangan teknologi video berbasis AI. Investasi ini semakin memperkuat posisi ShengShu sebagai salah satu pemain baru yang mulai diperhitungkan dalam persaingan industri AI video yang semakin kompetitif di China.
Selain Alibaba, pendanaan ini juga melibatkan sejumlah investor lain seperti Baidu Ventures dan Luminous Ventures. Suntikan dana ini datang hanya dua bulan setelah ShengShu sebelumnya berhasil mengamankan pendanaan sebesar 600 juta yuan, menandakan tingginya minat investor terhadap teknologi yang mereka kembangkan, khususnya melalui produk video generator mereka yang dikenal dengan nama Vidu.
Saat ini, pengembangan teknologi video berbasis AI menjadi salah satu arena persaingan paling intens di industri teknologi. Perusahaan besar seperti ByteDance, Alibaba, dan Kuaishou berlomba-lomba menghadirkan solusi terbaik, sementara pemain baru seperti PixVerse juga ikut meramaikan pasar. Kompetisi ini semakin menarik setelah OpenAI memutuskan untuk menghentikan pengembangan proyek Sora demi fokus pada pengembangan model GPT, sehingga membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi kekosongan tersebut.
Belum lama ini, peluncuran model video AI baru bernama Happy Horse turut memicu lonjakan minat investor terhadap saham AI di China. Model tersebut bahkan dikabarkan mampu melampaui performa Seedance 2 milik ByteDance dalam kategori text-to-video menurut Artificial Analysis. Sementara itu, model Vidu Q3 milik ShengShu sempat menempati posisi atas dalam daftar tersebut saat pertama kali dirilis pada Januari, meskipun kini berada di peringkat kesembilan.
Teknologi Vidu sendiri menawarkan berbagai fitur canggih, seperti kemampuan menghasilkan video hingga 16 detik dengan sinkronisasi audio, komposisi multishot, serta kontrol kamera yang lebih fleksibel. Fitur-fitur ini membuatnya relevan untuk berbagai industri, mulai dari animasi hingga periklanan dan perfilman. Saat ini, Vidu telah digunakan di lebih dari 200 negara dan wilayah.
Didirikan pada Maret 2023 oleh profesor Tsinghua University, Zhu Jun, ShengShu juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat pesat. Pada tahun 2025, perusahaan ini mencatatkan peningkatan pengguna dan pendapatan lebih dari sepuluh kali lipat, meskipun tidak merinci angka pastinya.
Melalui pendanaan terbaru ini, ShengShu berencana mempercepat pengembangan “general world model”, sebuah teknologi yang bertujuan meningkatkan pemahaman AI terhadap dunia nyata. Bagi Alibaba, investasi ini juga menjadi bagian dari strategi untuk mendorong adopsi layanan cloud mereka, yang kini menjadi salah satu sumber pertumbuhan bisnis tercepat perusahaan.






