Harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di sekitar US$70.834 dan tengah menguji level penting di US$71.500, yang menjadi titik kunci dalam berbagai timeframe analisis. Sejumlah analis melihat bahwa pergerakan harga mulai mengarah pada potensi kenaikan menuju US$80.000, meskipun kondisi pasar masih menunjukkan dinamika yang cukup kompleks.
Dalam tujuh hari terakhir, Bitcoin telah menguji level US$71.500 sebanyak empat kali. Hal ini menunjukkan bahwa area tersebut merupakan titik resistensi sekaligus penentu arah pergerakan berikutnya. Di sisi teknikal, harga BTC masih mampu bertahan di atas indikator Exponential Moving Average (EMA) 50 periode pada grafik 4 jam, yang menjadi sinyal positif jangka pendek. Namun, pada timeframe harian, EMA 50 hari masih menjadi penghalang yang menahan laju kenaikan harga.
Beberapa analis menyebut kondisi ini sebagai fase “compression” atau penyempitan harga. Dalam kondisi ini, pergerakan harga cenderung berada dalam rentang yang semakin sempit sebelum akhirnya terjadi pergerakan besar ke salah satu arah. Selain itu, pola inverse head and shoulders juga mulai terbentuk pada grafik 4 jam, dengan level US$71.500 sebagai garis leher (neckline). Jika breakout berhasil terjadi, target harga terdekat diperkirakan berada di sekitar US$76.000, dengan potensi lanjutan menuju US$80.000.
Dari sisi on-chain, terdapat sinyal tambahan yang mendukung potensi kenaikan. Data menunjukkan bahwa tekanan profit dan loss dari holder jangka pendek mengalami penurunan volatilitas, yang sebelumnya juga terjadi sebelum reli harga Bitcoin. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda dan distribusi pasar menjadi lebih terkendali.
Namun demikian, data pasar menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara aktivitas di pasar futures dan spot. Kenaikan harga Bitcoin belakangan ini lebih banyak didorong oleh pasar derivatif, terlihat dari meningkatnya open interest dan funding rate yang kembali positif. Sebaliknya, permintaan di pasar spot masih relatif lemah, yang tercermin dari volume dan indikator premium yang negatif.
Untuk mempertahankan tren kenaikan dan menembus level US$71.500 secara meyakinkan, Bitcoin membutuhkan dukungan permintaan yang lebih kuat dari pasar spot. Hal ini mencakup akumulasi yang stabil, peningkatan minat beli, serta kemampuan pasar dalam menyerap tekanan jual dari trader jangka pendek.
Dengan kombinasi sinyal teknikal dan on-chain yang ada, peluang Bitcoin untuk melanjutkan kenaikan tetap terbuka. Namun, konfirmasi breakout yang didukung oleh volume dan permintaan riil akan menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah BTC benar-benar dapat melanjutkan reli menuju US$80.000 dalam waktu dekat.






