Bitcoin Menguat Didorong Data Inflasi AS dan Reli Pasar Saham
Pergerakan harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan setelah rilis data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Data Consumer Price Index (CPI) untuk Desember 2025 memberikan sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sehingga memicu respons positif di pasar keuangan global, termasuk aset kripto dan saham.
Secara tahunan, inflasi AS tercatat berada di level 2,7%, sesuai dengan proyeksi analis. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan komponen makanan dan energi berada di angka 2,6%, sedikit lebih rendah dari perkiraan. Angka ini memperkuat pandangan bahwa laju kenaikan harga di Amerika Serikat mulai stabil. Otoritas statistik AS juga menegaskan bahwa kenaikan inflasi selama 12 bulan terakhir hingga Desember relatif sama dengan periode sebelumnya, menunjukkan tren yang lebih terkendali.
Reaksi pasar terhadap data tersebut berlangsung cepat. Indeks saham utama AS, termasuk S&P 500, langsung melonjak dan mencetak rekor tertinggi baru. Sentimen positif ini turut merembet ke pasar kripto, dengan harga Bitcoin mencatatkan kenaikan sekitar 1,5% dan bergerak mendekati area US$93.000. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko ketika tekanan inflasi mereda.
Di sisi kebijakan moneter, perhatian pasar juga tertuju pada hubungan yang semakin tegang antara pemerintah AS dan bank sentral. Federal Reserve diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan berikutnya. Namun, Presiden Donald Trump kembali mendorong penurunan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Ia menilai bahwa kebijakan suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aliran dana ke pasar saham maupun kripto.
Trump juga menyinggung peran kebijakan tarif perdagangan dalam membantu menekan inflasi, meskipun kebijakan tersebut masih menjadi bahan perdebatan di ranah hukum. Ketidakpastian ini membuat pasar terus mencermati arah kebijakan ekonomi AS ke depan.
Dari sisi teknikal, meskipun Bitcoin menunjukkan penguatan, para trader menilai bahwa fase konsolidasi saat ini tidak akan berlangsung lama. Area harga di kisaran US$90.000 hingga US$92.000 dianggap sebagai zona penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya. Di atas level tersebut, Bitcoin berpotensi menghadapi resistensi kuat di area US$92.600 hingga US$94.000. Sementara itu, jika tekanan jual meningkat, area support berada di kisaran US$88.700 hingga US$89.800.
Dalam 24 jam terakhir, likuidasi di pasar kripto tercatat mencapai ratusan juta dolar AS, mencerminkan tingginya volatilitas. Dengan kombinasi data makro yang mulai membaik dan dinamika teknikal yang ketat, pergerakan harga Bitcoin dalam waktu dekat diperkirakan akan semakin menarik untuk dicermati oleh investor.






