Bitcoin Masuk Zona Kapitulasi, Analis Prediksi Harga Berpotensi Sentuh US$40.000
Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah indikator on-chain menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase kapitulasi yang cukup dalam. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya tekanan jual, terutama dari kelompok investor jangka panjang, yang mulai mengurangi eksposur kepemilikan mereka di tengah ketidakpastian arah pasar.
Harga Bitcoin sempat menyentuh level intraday di kisaran US$68.300 sebelum akhirnya berbalik melemah. Aksi jual yang kembali meningkat mempertegas bahwa sentimen pasar masih cenderung bearish. Sejumlah analis menilai fase kapitulasi ini berpotensi berlangsung lebih lama dan dapat mendorong harga turun lebih jauh sebelum menemukan titik dasar baru.
Jika ditarik dari puncak tertingginya di atas US$126.000, Bitcoin telah mengalami koreksi sekitar 46%. Penurunan tajam ini membuat sebagian besar investor berada dalam posisi rugi (underwater). Data on-chain menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang mulai melakukan distribusi aset dalam skala besar, sebuah pola yang historisnya kerap muncul menjelang fase akhir penurunan pasar.
Perubahan posisi bersih long-term holder mencatat penurunan ratusan ribu BTC hanya dalam waktu singkat. Lonjakan distribusi ini tergolong ekstrem dalam satu siklus pasar. Pola serupa sebelumnya pernah terjadi pada fase koreksi besar tahun 2019 dan 2021, yang saat itu diikuti periode konsolidasi sebelum harga melanjutkan tren turun lebih dalam.
Indikator lain turut memperkuat gambaran tekanan jual. MVRV Adaptive Z-Score dalam jendela 365 hari tercatat berada di zona negatif dalam, menandakan valuasi Bitcoin sudah memasuki area kapitulasi. Secara historis, level ini sering kali berdekatan dengan fase akumulasi, meski belum tentu menandakan harga telah mencapai titik terendah.
Selain itu, rasio Realized Profit/Loss juga mendekati level kritis di bawah angka 1—zona yang biasanya mencerminkan dominasi realisasi kerugian di pasar. Artinya, lebih banyak investor menjual dalam kondisi rugi dibandingkan mengambil keuntungan, sebuah ciri khas fase kapitulasi luas.
Melihat kombinasi data teknikal dan on-chain tersebut, sejumlah analis memproyeksikan bahwa tren turun Bitcoin masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2026. Beberapa skenario menempatkan area US$40.000 hingga US$50.000 sebagai kandidat kuat titik dasar siklus.
Jika mengacu pada pola historis, titik terendah pasar bearish biasanya terbentuk sekitar 12 bulan setelah puncak bull market. Dengan all-time high terbaru tercapai pada Oktober 2025, maka periode akhir 2026 dinilai sebagai jendela waktu paling realistis untuk terbentuknya bottom.
Meski demikian, sebagian analis menilai fase kapitulasi ekstrem justru menjadi fondasi awal bagi fase akumulasi jangka panjang—yang pada akhirnya dapat membuka jalan menuju siklus bullish berikutnya.






