Protokol decentralized finance (DeFi) Aave kembali mencatatkan tonggak penting dalam industri aset digital setelah total volume pinjaman kumulatifnya resmi melampaui US$1 triliun. Capaian ini menjadi yang pertama dalam sektor DeFi lending, sekaligus menegaskan posisi Aave sebagai salah satu infrastruktur keuangan on-chain paling dominan saat ini.
CEO Aave Labs, Stani Kulechov, menyoroti bahwa sekitar satu dekade lalu konsep DeFi maupun Aave masih sebatas ide. Kini, Aave telah berkembang menjadi fondasi utama layanan pinjaman berbasis blockchain yang mendorong lahirnya sistem keuangan terbuka, tanpa perantara, dan dapat diakses secara global. Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan percepatan adopsi keuangan terdesentralisasi di berbagai lapisan pasar.
Pencapaian volume pinjaman tersebut juga menjadi bagian dari visi jangka panjang Aave untuk membangun jaringan likuiditas terbesar dan paling efisien di dunia. Platform ini ditargetkan dapat terintegrasi secara default oleh pengembang, institusi keuangan, hingga perusahaan fintech, sehingga mampu meningkatkan efisiensi distribusi likuiditas sekaligus menekan biaya dalam sistem keuangan global.
Ekspansi Aave ke segmen institusional turut menjadi faktor pendorong. Pada Agustus lalu, Aave Labs meluncurkan Aave Horizon di jaringan Ethereum, yakni pasar pinjaman yang dirancang khusus bagi lembaga keuangan tradisional dan investor institusi. Melalui fasilitas ini, mereka dapat mengakses pinjaman stablecoin dengan jaminan aset dunia nyata (real-world assets). Sejumlah institusi besar seperti VanEck, WisdomTree, dan Securitize tercatat menjadi pengguna awal layanan tersebut.
Ke depan, Aave juga melihat peluang besar dari tren tokenisasi aset riil. Kulechov menilai aset “abundance” seperti energi surya, baterai penyimpanan energi, serta robotika industri berpotensi menjadi sumber likuiditas baru di ekosistem DeFi. Ia bahkan memperkirakan nilai gabungan sektor tersebut dapat mencapai US$50 triliun pada 2050 jika proses tokenisasi berkembang luas.
Dari sisi fundamental, Aave menunjukkan kinerja yang solid. Protokol ini saat ini mengamankan total value locked (TVL) lebih dari US$27 miliar. Pengguna dapat menyimpan aset kripto untuk memperoleh imbal hasil maupun meminjam dana secara instan dengan jaminan kripto. Dalam metrik TVL, Aave masih memimpin dibanding sejumlah platform lending DeFi lain seperti Morpho, JustLend, SparkLend, Maple, Kamin Lend, dan Compound.
Dalam 30 hari terakhir, Aave juga menghasilkan pendapatan biaya lebih dari US$83 juta, jauh melampaui kompetitor terdekatnya. Namun di balik pertumbuhan tersebut, muncul dinamika tata kelola. Komunitas tengah memperdebatkan proposal pendanaan untuk Aave Labs senilai hingga US$42,5 juta serta alokasi 75.000 token AAVE. Proposal ini mencakup skema di mana seluruh pendapatan produk berlabel Aave akan dialirkan ke kas DAO, mencerminkan upaya menyeimbangkan kepentingan entitas pengembang dan komunitas terdesentralisasi.






