Des 1, 2023

Discretionary Investment

Apa itu Manajemen Investasi Diskresioner (Discretionary Investment)?

Manajemen investasi diskresioner atau Discretionary Investment adalah bentuk manajemen investasi di mana keputusan beli dan jual dibuat oleh manajer portofolio atau penasihat investasi untuk akun klien. Istilah “discretionary” mengacu pada fakta bahwa keputusan investasi dibuat berdasarkan kebijaksanaan manajer portofolio.

Ini berarti bahwa klien harus memiliki kepercayaan sepenuhnya pada kemampuan manajer investasi. Manajemen investasi diskresioner memang memerlukan individu dengan pengalaman luas dalam industri investasi dan kredensial pendidikan lanjutan.

Banyak manajer investasi yang memiliki penunjukan profesional seperti Chartered Financial Analyst (CFA), Chartered Alternative Investment Analyst (CAIA), Teknisi Pasar Chartered, atau Manajer Risiko Keuangan untuk menunjukkan kompetensi dan keahlian mereka dalam industri ini. Dengan demikian, memiliki pengetahuan dan kualifikasi ini memainkan peran penting dalam memberikan kepercayaan kepada klien dalam mengelola investasi mereka secara efektif.

 

Memahami Pengelolaan Investasi Bebas

Layanan dan transaksi di bawah manajemen investasi diskresioner disesuaikan dengan individu berpenghasilan tinggi dan investor institusional, seperti dana pensiun, karena akun diskresioner memiliki persyaratan investasi minimum yang lebih tinggi, seringkali mulai dari $250.000.

Strategi manajer investasi mungkin melibatkan pembelian berbagai sekuritas di pasar, selama sejalan dengan profil risiko dan tujuan keuangan klien. Misalnya, manajer investasi bebas dapat membeli sekuritas seperti saham, obligasi, ETF, dan derivatif keuangan.

 

Bagaimana Manajemen Investasi Diskresioner Bekerja

Manajer investasi diskresioner mendemonstrasikan strategi mereka menggunakan pendekatan sistematis yang membuatnya lebih mudah untuk melaporkan hasil dan agar strategi investasi dilaksanakan dengan cara tertentu.

Klien dikelompokkan berdasarkan karakteristik dan tujuan mereka, dan setiap kelompok diberikan portofolio investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing kelompok. Portofolio investasi yang diberikan kepada masing-masing kelompok klien dapat memiliki alokasi aset yang berbeda, sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko kelompok tersebut.

Dana yang diinvestasikan dalam portofolio ini berasal dari kumpulan uang yang disimpan oleh klien dalam akun terpisah. Pendekatan ini membantu memastikan bahwa investasi dilakukan dengan mempertimbangkan preferensi dan kebutuhan masing-masing kelompok klien.

Dengan memisahkan dana dan melakukan bobot investasi ke dalam investasi modal individu, pendekatan ini menciptakan struktur yang lebih terorganisir dan sesuai dengan tujuan klien. Ini juga membantu dalam melacak kinerja portofolio untuk setiap kelompok dengan lebih akurat.

Misalnya, pertimbangkan portofolio dengan modal awal $10 juta. Seseorang dengan kekayaan bersih tinggi yang menyumbang $1 juta akan dikatakan memiliki 10% investasi dalam portofolio, sementara orang lain yang menyumbang $300.000 akan memiliki investasi 3% dalam portofolio.

 

Manfaat Discretionary Investment

Manajemen investasi diskresioner menawarkan beberapa keuntungan bagi klien. Berikut sejumlah manfaat yang dapat diakui:

  • Kepribadian dan Tujuan Klien yang Lebih Diperhatikan: Dalam pendekatan diskresioner, portofolio investasi dapat disesuaikan dengan preferensi, tujuan, dan toleransi risiko klien. Ini memungkinkan penyesuaian yang lebih baik dengan situasi dan kebutuhan unik masing-masing klien.
  • Efisiensi dan Kecepatan Tindakan: Manajer investasi yang berpengalaman dapat merespons perubahan pasar dengan cepat, mengambil tindakan yang diperlukan untuk memanfaatkan peluang atau mengurangi risiko. Ini memungkinkan reaksi yang lebih efisien terhadap pergerakan pasar yang cepat.
  • Penyesuaian Selaras dengan Tujuan Jangka Panjang: Klien sering memiliki tujuan investasi jangka panjang yang beragam, seperti pendidikan anak-anak, pensiun, atau pembelian properti. Pendekatan diskresioner memungkinkan penyesuaian portofolio seiring perubahan tujuan jangka panjang ini.
  • Pengelolaan Risiko yang Lebih Baik: Dengan memahami toleransi risiko klien, manajer investasi dapat membangun portofolio yang sejalan dengan tingkat risiko yang dapat diterima. Ini membantu dalam mengelola risiko secara lebih efektif dan mengurangi potensi kerugian besar.
  • Akses ke Keahlian Profesional: Manajer investasi yang memiliki kualifikasi seperti CFA, CAIA, atau FRM memiliki pemahaman mendalam tentang analisis pasar dan strategi investasi. Ini memberikan klien akses ke pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola portofolio dengan baik.
  • Pemisahan Aset dan Diversifikasi: Dalam manajemen investasi diskresioner, aset klien dipisahkan dan diinvestasikan dalam portofolio yang terdiversifikasi dengan baik. Ini membantu mengurangi risiko yang terkait dengan eksposur yang terlalu besar terhadap aset tertentu.
  • Pelaporan dan Transparansi: Manajer investasi diskresioner umumnya menyediakan laporan berkala kepada klien mengenai kinerja portofolio dan perubahan yang dilakukan. Ini memberikan transparansi yang penting dalam memantau bagaimana investasi berkembang.
  • Penyesuaian Terhadap Perubahan Hukum dan Peraturan: Profesional manajemen investasi terinformasi tentang perubahan hukum dan peraturan yang dapat mempengaruhi investasi. Ini memungkinkan mereka untuk mengubah strategi investasi sesuai dengan perubahan lingkungan peraturan.

Penting untuk diingat bahwa setiap keputusan investasi melibatkan risiko, dan manfaat-manfaat ini harus dipertimbangkan bersama dengan potensi risiko. Konsultasi dengan profesional keuangan yang berpengalaman dapat membantu dalam memahami apakah pendekatan manajemen investasi diskresioner sesuai dengan tujuan dan situasi keuangan.

Manajemen investasi diskresioner juga menyelaraskan kepentingan manajer investasi dengan kepentingan klien, karena manajer biasanya membebankan persentase dari aset yang dikelola sebagai biaya manajemen mereka.

 

Risiko Manajemen Kebijaksanaan

Sisi negatifnya, saldo akun minimum dan biaya tinggi bisa menjadi penghalang besar bagi banyak investor, terutama yang baru memulai. Risiko dalam manajemen investasi diskresioner adalah faktor yang perlu diperhatikan secara serius. Meskipun pendekatan ini memiliki manfaat, ada beberapa risiko yang terkait dengannya:

  • Risiko Kinerja Investasi: Meskipun manajer investasi memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mendalam, tidak ada jaminan bahwa keputusan investasi akan menghasilkan kinerja yang positif. Investasi selalu melibatkan risiko kerugian, dan kinerja masa lalu tidak selalu mencerminkan kinerja masa depan.
  • Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan: Manajer investasi juga rentan terhadap kesalahan dalam analisis atau pengambilan keputusan. Kesalahan ini dapat menghasilkan hasil yang tidak diinginkan atau merugikan klien.
  • Keterbatasan Informasi: Meskipun manajer investasi berupaya untuk mengumpulkan informasi yang akurat, ada keterbatasan dalam informasi yang tersedia. Perubahan kondisi pasar atau peristiwa tak terduga dapat mempengaruhi investasi dengan cara yang sulit diprediksi.
  • Risiko Pasar: Perubahan di pasar keuangan global dapat memiliki dampak besar pada portofolio investasi. Fluktuasi harga saham, suku bunga, dan faktor-faktor lainnya dapat mempengaruhi nilai investasi.
  • Kesalahan Identifikasi Risiko: Manajer investasi mungkin tidak selalu berhasil mengidentifikasi semua risiko yang terkait dengan investasi tertentu. Risiko-risiko ini bisa menjadi katalisator potensial untuk kerugian yang tidak terduga.
  • Ketergantungan pada Kinerja Manajer: Kinerja portofolio investasi secara langsung terkait dengan keputusan yang dibuat oleh manajer investasi. Ketergantungan pada satu individu atau tim dapat menjadi risiko jika ada perubahan dalam tim manajemen atau keadaan yang mempengaruhi kinerja mereka.
  • Risiko Keuangan dan Likuiditas: Investasi dalam aset tertentu dapat menghadirkan risiko keuangan atau likuiditas, di mana aset mungkin tidak dapat dijual dengan mudah tanpa menimbulkan kerugian besar.
  • Perubahan Tujuan Klien: Klien mungkin mengalami perubahan dalam tujuan keuangan atau toleransi risiko. Jika tidak ada komunikasi yang baik antara klien dan manajer investasi, portofolio mungkin tidak lagi sesuai dengan tujuan dan kebutuhan klien.
  • Risiko Biaya: Manajemen investasi diskresioner dapat melibatkan biaya-biaya seperti biaya manajemen, biaya transaksi, atau biaya lainnya yang dapat mempengaruhi hasil akhir investasi.

Sangat penting untuk memahami bahwa tidak ada pendekatan investasi yang bebas dari risiko. Dalam discretionary investment, komunikasi yang terbuka dengan manajer investasi dan pemahaman yang baik tentang strategi yang digunakan adalah kunci dalam mengelola risiko dengan lebih baik. 

Diversifikasi yang baik juga dapat membantu mengurangi beberapa risiko yang terkait dengan fluktuasi pasar. Dari sudut pandang klien, harus ada kepercayaan pada kompetensi, integritas, dan kepercayaan manajer portofolio.

 

Discretionary Investment
by Kiki A. Ramadhan

0 comments


Artikel lainnya