Gelombang euforia atas dominasi Nvidia dalam pasar chip kecerdasan buatan (AI) sedikit teredam. Raksasa semikonduktor asal California itu merilis proyeksi pendapatan kuartal fiskal ketiga sekitar $54 miliar, sesuai perkiraan rata-rata analis Wall Street.
Namun, sejumlah analis optimistis sempat memproyeksikan angka di atas $60 miliar, sehingga proyeksi tersebut dipandang “kurang menggairahkan” dan langsung memicu tekanan jual di pasar saham.
Ekspektasi Tinggi, Realita Bikin Pasar Kecewa
Sejak awal 2023, Nvidia telah menjadi simbol “emas digital” dalam revolusi AI. Permintaan tinggi untuk GPU andalannya, H100 dan A100, mendorong kapitalisasi pasar Nvidia hingga sempat menembus $3 triliun pada 2025, sejajar dengan Apple dan Microsoft.
Namun, pasar keuangan terkenal tidak sekadar menilai kinerja saat ini, melainkan juga mengukur potensi masa depan. Walaupun proyeksi $54 miliar tetap merupakan pencapaian luar biasa dibanding pemain chip lain, ekspektasi lebih besar dari sebagian analis membuat pasar menilai guidance Nvidia kali ini kurang agresif.
Akibatnya, saham Nvidia terkoreksi begitu pengumuman dirilis.
Mengapa Guidance Jadi Sorotan?
Dalam industri semikonduktor, khususnya chip AI, guidance pendapatan menjadi indikator penting bagi investor. Ada tiga alasan utama:
- Skala Adopsi AI Global
Permintaan chip Nvidia sangat bergantung pada kecepatan perusahaan besar seperti Microsoft, Google, Meta, hingga Tesla dalam memperluas pusat data berbasis AI. - Persaingan Ketat
Rival seperti AMD dengan MI300 dan upaya Intel masuk ke pasar AI chip memberi tekanan tambahan. Guidance yang stagnan bisa diartikan pasar mulai menyesuaikan ekspektasi.
- Kebijakan Ekspor AS ke Tiongkok
Pembatasan ekspor chip canggih ke Tiongkok telah mengurangi potensi pertumbuhan Nvidia di salah satu pasar terbesarnya.
Dengan kombinasi faktor ini, investor menjadi lebih berhati-hati meskipun fundamental Nvidia masih sangat kuat.
Nvidia vs Ekspektasi Pasar Saham
Beberapa analis menilai proyeksi Nvidia tetap solid karena:
- Pendapatan masih lebih tinggi dari rata-rata sektor teknologi.
- Margin keuntungan perusahaan tetap sehat.
- Pipeline produk GPU generasi berikutnya Blackwell diharapkan menjaga momentum.
Namun, investor jangka pendek cenderung melihat bahwa Nvidia tidak lagi memberi kejutan positif sebesar sebelumnya. Hal ini memperkuat argumen bahwa valuasi Nvidia yang sangat tinggi bisa menjadi pedang bermata dua.
Dampak untuk Pasar Global
Penurunan saham Nvidia tidak hanya memengaruhi pemegang saham individu, tetapi juga pasar lebih luas:
- Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 sangat bergantung pada pergerakan saham Nvidia.
- Penurunan tajam bisa memicu aksi ambil untung pada sektor teknologi secara keseluruhan.
- Investor institusional, termasuk dana pensiun dan ETF berbasis teknologi, ikut terdampak.
Nvidia Masih Raja AI, Tapi Hati-Hati Euforia
Meski proyeksi $54 miliar tetap fantastis, Nvidia kini menghadapi tantangan ekspektasi pasar yang semakin tinggi. Investor perlu bertanya: apakah pertumbuhan AI akan terus eksponensial, ataukah pasar mulai memasuki fase penyesuaian realistis?
Bagi investor jangka panjang, Nvidia tetap menjadi pilar utama revolusi AI. Namun, bagi trader jangka pendek, laporan ini menjadi pengingat bahwa bahkan perusahaan sekelas Nvidia pun tidak selalu bisa memuaskan semua pihak di Wall Street.