Mei 24, 2024

Laporan Keuangan Q1 Nvidia Melonjak 6%, Tapi Token AI Tidak Bergerak

Laporan keuangan kuartal pertama (Q1) Nvidia yang sangat kuat hingga mengangkat harga sahamnya sebesar 6%, namun token kripto berbasis kecerdasan buatan (AI) tidak menunjukkan pergerakan yang diharapkan oleh para pedagang kripto.

Nvidia, perusahaan yang memproduksi chip yang digunakan oleh berbagai perusahaan untuk melatih dan menerapkan model AI, melaporkan lonjakan pendapatan Q1 sebesar 18% dari Q4 2023 dan meningkat 262% dari tahun lalu, melebihi perkiraan analis sebesar $24,6 miliar, menurut laporan Cointelegraph pada 23 Mei.

Laporan pendapatan ini dirilis setelah bursa saham New York (NYSE) ditutup pada 22 Mei. Harga saham Nvidia melonjak 6,06% dalam perdagangan di luar jam kerja, mencapai $1,007 saat berita ini ditulis, berdasarkan data dari Yahoo Finance. Namun, beberapa pedagang token AI tampak kecewa karena hasil positif ini tidak memicu kenaikan serupa pada harga token AI.

Dalam lima jam setelah laporan pendapatan dirilis, harga Render platform berbasis Ethereum yang memungkinkan rendering unit pemrosesan grafis (GPU) secara terdesentralisasi turun 12%, menjadi $10,38, menurut data dari CoinMarketCap.

Namun, sebuah dompet “whale” yang diketahui mengirim sekitar $52,1 juta ke dompet yang tidak diketahui pada 22 Mei, yang bisa mengindikasikan bahwa pemegang besar mengantisipasi peristiwa “sell the news”, berdasarkan data dari firma riset kripto Santiment.

Render (RNDR) saat ini diperdagangkan pada $10,52, turun 5,51% dalam 24 jam terakhir, menurut CoinMarketCap. Di sisi lain, pedagang kripto anonim D0C Crypto menunjukkan bahwa RNDR tidak mengalami lonjakan harga sampai dua hari setelah laporan pendapatan Nvidia sebelumnya.

Selama laporan pendapatan Q4 Nvidia pada bulan Februari, harga RNDR meningkat sebesar 38% dalam kurun waktu 48 jam. Jika pola ini berulang, RNDR bisa naik di atas $15 dari harga saat ini dalam 48 jam ke depan.

Token AI lainnya, seperti The Graph (GRT) protokol pengindeksan yang mengoptimalkan kueri data blockchain turun sekitar 4,77%. Begitu juga dengan Fetch.ai (FET) yang turun 6,42%, sementara Singularity Net (AGIX) mencatat penurunan 6,25%. Namun, para investor tetap yakin bahwa hasil Nvidia pada akhirnya akan mengalir ke pasar kripto yang lebih luas dan memberikan dampak positif.

Dari perspektif investasi, kinerja luar biasa Nvidia menunjukkan bahwa perusahaan ini berada di posisi terdepan dalam revolusi AI, membuka peluang pertumbuhan yang signifikan. 

Peningkatan pendapatan yang besar dan kenaikan harga saham merupakan indikasi kuat bahwa permintaan terhadap teknologi AI terus meningkat, yang pada gilirannya dapat mendorong permintaan untuk token kripto yang terkait dengan AI.

Meskipun reaksi awal di pasar kripto tampak negatif, perlu untuk diingat bahwa pasar ini sering kali membutuhkan waktu untuk mencerminkan perubahan fundamental. Sebagai contoh, sejarah menunjukkan bahwa harga RNDR dapat melonjak beberapa hari setelah laporan pendapatan Nvidia, menawarkan peluang bagi investor untuk memanfaatkan keterlambatan ini.

Selain itu, tindakan besar oleh “whale” yang memindahkan sejumlah besar dana dapat dianggap sebagai strategi jangka pendek yang tidak mencerminkan potensi jangka panjang dari token AI. 

Katalis positif seperti lonjakan pendapatan Nvidia biasanya memerlukan waktu untuk menyebar ke seluruh ekosistem kripto, terutama karena pasar ini sering kali dipengaruhi oleh sentimen dan perilaku spekulatif.

Dengan demikian, meskipun reaksi pasar kripto tidak langsung terlihat, tetap ada alasan untuk bersikap optimis. Potensi pertumbuhan di sektor AI sangat besar, dan Nvidia sebagai pemimpin industri memberikan indikasi kuat mengenai masa depan teknologi ini. 

Investor yang memiliki pandangan jangka panjang dan memahami dinamika pasar mungkin akan menemukan peluang berharga dalam token AI seiring dengan perkembangan teknologi dan peningkatan adopsi AI di berbagai sektor.

Laporan Keuangan Q1 Nvidia Melonjak 6%, Tapi Token AI Tidak Bergerak
by Mohammad Alparidzy

0 comments


Artikel lainnya