Emas naik tajam pekan ini karena dolar melemah dan kekhawatiran fiskal AS meningkat, mendorong minat pada aset safe haven.
Penulis: Rian Jakawardana
Harga emas turun 2% akibat penguatan dolar dan meredanya ketegangan dagang AS-China, namun prospek pemulihan tetap terbuka di tengah ketidakpastian global.
Harga emas turun tajam akibat membaiknya hubungan dagang AS-Tiongkok yang memicu minat risiko investor dan aksi ambil untung di pasar logam mulia.
Harga emas naik didukung permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian tarif AS. Investor menanti kebijakan The Fed, sementara logam mulia lainnya juga menguat.
GameStop naik hampir 12% setelah mengumumkan pembelian Bitcoin melalui utang. Langkah ini mengikuti jejak perusahaan lain yang sukses dengan strategi investasi kripto.
GameStop berencana berinvestasi dalam Bitcoin setelah dewan menyetujui akuisisi aset digital, didukung cadangan kas yang meningkat dan strategi bisnis baru.
Bitcoin mendekati all-time high, tapi minat retail masih rendah. Tren historis tunjukkan euforia retail baru muncul seminggu setelah rekor baru tercapai.
Tidak seperti pencapaian $100.000 sebelumnya, lonjakan harga baru ini terjadi ketika dominasi pasar Bitcoin melonjak di atas 60%, yang mencerminkan sentimen BTC yang lebih bullish.
Harga Bitcoin tunjukkan tekanan beli kuat jelang FOMC, didukung lonjakan OI dan ROC positif. Volatilitas diprediksi meningkat usai keputusan suku bunga.


