Prospek saham Tesla (TSLA) kini bertumpu pada strategi physical AI seperti FSD, robotaxi, dan robot humanoid, bukan sekadar penjualan mobil listrik. Apakah ini peluang atau risiko baru bagi investor?
Penulis: Kiki A. Ramadhan
VIX (Volatility Index): “Indeks Ketakutan” yang Wajib Dipahami Investor.
Analis Wall Street kompak merekomendasikan membeli NVIDIA (NASDAQ: NVDA) jelang laporan Q4 2025. Target harga tembus $360 hingga $520. Simak analisis valuasi, teknikal, dan akumulasi institusi terbaru.
Tesla (NASDAQ: TSLA) disebut memasuki “investment year” 2026 dengan fokus pada AI, otonomi, robotika, dan energi. Analis Benchmark pertahankan rating Buy dan target harga $475. Apakah strategi ini peluang emas atau risiko jangka pendek?
Fortinet (NASDAQ: FTNT) menaikkan target harga ke $90 dari UBS di tengah inovasi AI pada FortiSIEM 7.5. Apakah saham FTNT masih menarik pada 2026–2027? Simak analisis lengkap pertumbuhan, valuasi, dan prospeknya.
Drawdown: Arti, Cara Mengukur, dan Kenapa Investor Wajib Memahaminya.
Saham Amazon (AMZN) tertekan usai laporan Q4 2025 dan lonjakan capex 2026 ke US$200 miliar. Apakah ini sinyal bahaya atau peluang emas menuju US$300? Simak analisis lengkapnya.
Databricks mengamankan pendanaan $5 miliar dengan valuasi $134 miliar, plus tambahan utang $2 miliar. Apakah IPO semakin dekat atau justru tetap bertahan privat?
Meski target harga dipangkas, analis tetap optimistis AppLovin (APP) mampu bertahan dari tekanan AI Google. Simak analisis lengkap prospek saham APP, ekspansi e-commerce, dan strategi jangka panjangnya.










