Strategy, perusahaan yang dikenal sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia, mengungkapkan kemungkinan untuk menjual sebagian kecil Bitcoin miliknya di masa depan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, dalam laporan kinerja kuartal pertama perusahaan.
Menurut Saylor, langkah tersebut bukan dilakukan karena perusahaan kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin, melainkan sebagai strategi untuk menjaga stabilitas pasar dan meningkatkan kepercayaan investor. Ia menyebut bahwa penjualan kecil Bitcoin dapat menjadi cara untuk menunjukkan bahwa kondisi perusahaan tetap sehat dan tidak terdampak secara serius oleh volatilitas pasar kripto.
Selama ini, Strategy dikenal memiliki pendekatan “never sell” terhadap Bitcoin sejak mulai mengakumulasi aset tersebut pada 2020. Perusahaan menjadikan Bitcoin sebagai aset treasury utama dan terus menambah kepemilikannya secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.
Namun, pada kuartal pertama tahun ini, Strategy mencatat kerugian bersih sekitar $12,5 miliar. Kerugian tersebut sebagian besar berasal dari penurunan nilai yang belum direalisasikan akibat harga Bitcoin turun sekitar 23,8% selama periode tersebut. Meski demikian, perusahaan tetap mempertahankan optimisme terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.
Saylor juga menegaskan bahwa Strategy masih memiliki kondisi keuangan yang kuat. Bahkan, ia sebelumnya pernah menyatakan bahwa perusahaan tetap mampu memenuhi kewajiban utangnya meskipun harga Bitcoin turun drastis hingga ke level $8.000 tanpa harus menjual aset mereka.
Dalam beberapa bulan terakhir, Strategy juga aktif menggunakan instrumen keuangan baru untuk mendukung pembelian Bitcoin tambahan. Salah satu produk yang menjadi fokus perusahaan adalah saham preferen perpetual bernama Stretch (STRC), yang menawarkan dividen bulanan kepada investor.
Produk tersebut disebut telah membantu Strategy mendanai sebagian besar pembelian Bitcoin mereka sepanjang tahun ini. Saat ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai sekitar 818.334 BTC dengan nilai sekitar $66,7 miliar.
Saylor bahkan menyatakan bahwa Strategy ingin menjadikan Stretch sebagai salah satu instrumen kredit terbesar di dunia. Ia meyakini bahwa meningkatnya aset kelolaan dan likuiditas dapat menciptakan efek jaringan yang memperluas adopsi produk berbasis Bitcoin.
Selain itu, Saylor juga melihat perkembangan pesat di sektor layanan keuangan berbasis Bitcoin. Beberapa protokol decentralized finance (DeFi) disebut mulai memanfaatkan produk Strategy untuk menciptakan instrumen kredit berbasis Bitcoin yang dapat diperdagangkan.
Ia optimistis bahwa dalam waktu dekat akan muncul layanan perbankan digital atau neobank yang menawarkan produk tabungan dengan imbal hasil berbasis Bitcoin. Menurutnya, produk seperti ini berpotensi memberikan imbal hasil yang lebih menarik dibandingkan banyak stablecoin saat ini.
Meski saham Strategy sempat turun setelah laporan keuangan dirilis, perusahaan tetap optimistis menghadapi kuartal berikutnya seiring pemulihan harga Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.






