Harga Bitcoin kembali bergerak di sekitar level US$70.000 pada pembukaan sesi perdagangan Wall Street hari Kamis, setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat dirilis dan menunjukkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Meski berbagai data ekonomi terbaru terus muncul, pergerakan harga Bitcoin tetap relatif stabil dalam rentang yang sempit.
Data terbaru menunjukkan bahwa klaim pengangguran awal di Amerika Serikat mencapai 213.000 untuk pekan yang berakhir pada 7 Maret. Angka tersebut hanya turun sekitar 1.000 dari minggu sebelumnya dan berada sekitar 2.000 lebih rendah dibandingkan perkiraan konsensus pasar. Hasil ini memperkuat pandangan bahwa kondisi ekonomi AS masih cukup solid.
Data ketenagakerjaan tersebut juga melanjutkan sentimen positif yang muncul sehari sebelumnya setelah rilis indeks harga konsumen (CPI). Angka inflasi tersebut tidak menunjukkan penyimpangan besar dari perkiraan pasar, sehingga membantu meredakan kekhawatiran investor terkait tekanan inflasi yang berlebihan.
Di sisi lain, pasar energi masih menunjukkan volatilitas tinggi. Harga minyak mentah sempat melonjak lebih dari 5% dan mendekati level US$95 per barel. Kenaikan tersebut terjadi meskipun terdapat rencana pelepasan cadangan minyak dalam jumlah besar untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pergerakan harga minyak.
Beberapa analis menilai bahwa ketidakpastian terkait durasi konflik di Timur Tengah turut memperkuat kenaikan harga energi. Pernyataan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang belum memberikan kepastian mengenai kapan konflik tersebut akan berakhir juga menambah ketidakjelasan di pasar global.
Sementara itu, data ekonomi terbaru belum memberikan perubahan signifikan terhadap ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, peluang pemangkasan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan pada 18 Maret kini berada di bawah 1%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar hampir tidak lagi memperkirakan adanya penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Di pasar kripto, Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi. Para analis menyoroti beberapa level harga penting yang perlu diperhatikan investor. Area sekitar US$72.000 dipandang sebagai batas atas yang dapat memicu potensi kenaikan lebih lanjut, sementara level US$62.000 menjadi area support utama apabila tekanan jual meningkat.
Selama harga Bitcoin masih berada di antara kedua level tersebut, pasar diperkirakan akan tetap bergerak sideways. Beberapa analis bahkan memperkirakan fase konsolidasi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu sebelum muncul arah pergerakan yang lebih jelas.
Bagi investor kripto, kondisi pasar saat ini menunjukkan pentingnya memantau perkembangan data ekonomi global dan kebijakan moneter. Melalui platform investasi seperti Nanovest, pengguna dapat mengikuti pergerakan Bitcoin dan aset digital lainnya secara real-time untuk membantu mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.






