Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian Tarif AS, Level $60K Kembali Disorot
Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan pada awal pekan ini seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dinamika kebijakan tarif Amerika Serikat. Pada perdagangan sesi Asia, BTC sempat turun hingga hampir 5% dan menyentuh kisaran US$64.300, menjadi level terendah dalam beberapa pekan terakhir. Tekanan tidak hanya terjadi pada Bitcoin, tetapi juga pada aset kripto utama lainnya seperti Ether yang terkoreksi lebih dalam.
Sentimen negatif dipicu oleh ketidakpastian arah kebijakan perdagangan AS setelah muncul perkembangan terbaru terkait tarif global. Meski sejumlah kesepakatan dagang disebut tetap berlaku, pernyataan terbaru mengenai potensi kenaikan tarif kembali memicu gejolak di pasar keuangan global. Dampaknya terlihat pada pelemahan dolar AS serta penurunan kontrak berjangka indeks saham utama seperti S&P 500 dan Nasdaq 100.
Di tengah kondisi tersebut, pasar kripto menunjukkan tanda-tanda kerapuhan. Banyak pelaku pasar kini menaruh perhatian besar pada area psikologis US$60.000 sebagai level support krusial. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin harga Bitcoin kembali menguji zona tersebut dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Bitcoin sempat mencetak rekor harga di atas US$126.000 pada Oktober lalu, didorong oleh optimisme terhadap kebijakan yang dinilai lebih ramah terhadap industri kripto. Namun, setelah itu pasar mengalami fase koreksi tajam. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto telah menyusut lebih dari US$2 triliun sejak puncaknya, dengan token berkapitalisasi kecil menjadi yang paling terdampak.
Dari sisi arus dana, ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatatkan arus keluar bersih selama lima minggu berturut-turut. Total dana yang keluar dalam periode tersebut mencapai sekitar US$3,8 miliar, mencerminkan sikap investor yang semakin berhati-hati di tengah ketidakpastian makroekonomi.
Dalam 24 jam terakhir saja, nilai pasar kripto dilaporkan menyusut sekitar US$100 miliar. Data pasar derivatif juga menunjukkan bahwa permintaan lindung nilai terhadap potensi penurunan harga semakin terkonsentrasi di area US$60.000.
Secara teknikal, level US$65.000 kini menjadi support jangka pendek yang penting untuk dipertahankan. Jika harga menembus ke bawah secara signifikan, maka area US$60.000 berpotensi menjadi target berikutnya. Sebaliknya, untuk membalikkan sentimen negatif, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas US$70.000 guna memulihkan kepercayaan pasar.
Di tengah volatilitas yang tinggi, investor disarankan untuk tetap disiplin dalam manajemen risiko dan memperhatikan perkembangan makro global yang dapat memengaruhi pergerakan harga aset kripto.






