Meta kembali menegaskan keseriusannya dalam membangun dominasi di sektor kecerdasan buatan (AI) melalui proyek infrastruktur berskala masif. Perusahaan teknologi tersebut resmi memulai pembangunan pusat data (data center) terbaru yang menjadi bagian dari strategi ekspansi AI jangka panjang mereka.
Fasilitas bernilai investasi lebih dari US$10 miliar ini berlokasi di Lebanon, Indiana, Amerika Serikat. Dari sisi kapasitas, pusat data tersebut dirancang mampu menghasilkan daya listrik lebih dari 1 gigawatt—cukup untuk menyuplai kebutuhan energi ratusan ribu rumah. Skala ini menempatkannya sebagai salah satu proyek infrastruktur digital terbesar yang pernah dibangun Meta.
Menurut keterangan perusahaan, data center ini tidak hanya akan difokuskan untuk memproses beban kerja AI, tetapi juga menopang operasional layanan inti Meta, termasuk platform media sosial dan ekosistem digital lainnya. Dengan meningkatnya kebutuhan komputasi untuk model AI generatif, keberadaan fasilitas hyperscale seperti ini menjadi krusial dalam menjaga performa dan efisiensi layanan.
Komitmen Meta terhadap AI juga tercermin dari rencana belanja modal yang sangat agresif. Dalam laporan kinerja kuartal keempat, perusahaan mengungkapkan proyeksi pengeluaran hingga US$135 miliar sepanjang 2026. Angka tersebut melonjak signifikan dibandingkan realisasi belanja sekitar US$72,2 miliar pada 2025. Lonjakan ini mencerminkan percepatan investasi pada chip, server, jaringan, serta infrastruktur pendukung AI lainnya.
Langkah Meta sejalan dengan tren industri teknologi global. Google dilaporkan menyiapkan belanja modal sekitar US$180 miliar, sementara Amazon bahkan memproyeksikan pengeluaran hingga US$200 miliar untuk periode yang sama. Persaingan investasi ini menandakan bahwa perlombaan membangun infrastruktur AI kini memasuki fase yang semakin intens.
Meski membawa dampak ekonomi dan teknologi, pembangunan pusat data berskala raksasa juga memicu kekhawatiran di tingkat lokal. Sejumlah warga di sekitar wilayah proyek menyuarakan isu seperti potensi kenaikan tarif listrik hingga gangguan suara dari sistem pendingin fasilitas.
Sebagai respons, Meta menyiapkan berbagai komitmen sosial dan lingkungan. Perusahaan menyatakan akan menanggung penuh biaya energi operasional pusat data. Selain itu, Meta akan menyalurkan dana sebesar US$1 juta per tahun selama 20 tahun kepada Boone REMC Community Fund guna membantu subsidi tagihan listrik masyarakat serta dukungan darurat utilitas air.
Dari sisi keberlanjutan, fasilitas ini akan menggunakan sistem air tertutup (closed-loop) yang dirancang meminimalkan konsumsi air pada sebagian besar waktu operasional. Meta juga berencana menginvestasikan lebih dari US$120 juta untuk peningkatan infrastruktur air, jalan, jaringan transmisi, dan utilitas kawasan Lebanon.
Ambisi infrastruktur AI Meta tidak berhenti di proyek ini. CEO Mark Zuckerberg sebelumnya mengungkap rencana pembangunan fasilitas raksasa bernama Hyperion di Louisiana. Kompleks tersebut disebut memiliki skala sangat luas hingga mencakup sebagian wilayah Manhattan dan ditargetkan mampu mendukung kapasitas listrik lebih dari 5 gigawatt di masa depan.






