Perkembangan teknologi kendaraan otonom kembali mencuri perhatian pasar global setelah Tesla mengumumkan langkah penting dalam pengembangan layanan robotaxi mereka. CEO Elon Musk menyatakan bahwa Tesla telah mulai mengoperasikan robotaxi tanpa pengawas keselamatan di dalam kendaraan di Austin, Amerika Serikat. Langkah ini menandai fase baru dalam ambisi Tesla menghadirkan layanan transportasi otonom sepenuhnya.
Pengumuman tersebut langsung memicu respons positif dari pasar. Saham Tesla tercatat menguat lebih dari 4% setelah kabar tersebut beredar, mencerminkan optimisme investor terhadap potensi bisnis robotaxi Tesla di masa depan. Dalam pernyataannya, Musk juga menegaskan bahwa Tesla menargetkan persetujuan regulator untuk layanan self-driving di Uni Eropa dan China dalam waktu dekat, sebuah sinyal ekspansi global yang dinantikan.
Melalui unggahan di media sosial, Musk menyampaikan bahwa operasional robotaxi tanpa pengawas ini merupakan hasil kerja keras tim kecerdasan buatan Tesla. Kepala tim AI Tesla, Ashok Elluswamy, menambahkan bahwa pada tahap awal, kendaraan tanpa pengawasan akan dioperasikan secara terbatas dan dikombinasikan dengan armada robotaxi yang masih memiliki pengawas keselamatan. Ke depannya, proporsi kendaraan tanpa pengawasan akan ditingkatkan secara bertahap.
Di sisi lain, persaingan di industri kendaraan otonom semakin ketat. Waymo, anak usaha Alphabet, terus memperluas jangkauan layanan robotaxi mereka. Waymo baru saja mengumumkan dimulainya layanan publik di wilayah Miami, menambah daftar kota besar yang telah mereka layani seperti Los Angeles, Phoenix, dan San Francisco. Tahun ini, Waymo juga menargetkan ekspansi agresif ke berbagai kota besar lainnya di Amerika Serikat serta melakukan pengujian di kota-kota padat penduduk seperti New York, Tokyo, dan London.
Secara teknologi, Waymo saat ini telah mengoperasikan kendaraan otonom level 4, yang mampu berjalan sepenuhnya tanpa intervensi manusia di area tertentu. Sementara itu, sistem Full Self-Driving (FSD) Tesla masih diklasifikasikan sebagai level 2, di mana pengemudi tetap diwajibkan untuk memperhatikan kondisi jalan.
Meski demikian, langkah Tesla mengoperasikan robotaxi tanpa pengawas di Austin dinilai sebagai katalis penting. Analis memperkirakan penghapusan pengawas keselamatan akan menjadi pendorong utama skala bisnis robotaxi Tesla. Bahkan, Tesla diproyeksikan dapat mengoperasikan hingga 1.000 unit robotaxi pada akhir tahun, meski masih tertinggal dibanding Waymo yang telah memiliki ribuan kendaraan aktif.
Ke depan, perhatian investor akan tertuju pada perkembangan FSD, ekspansi robotaxi, serta strategi jangka panjang Tesla di sektor kendaraan otonom. Inovasi di bidang ini tidak hanya berpotensi mengubah industri transportasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di era teknologi berbasis kecerdasan buatan.






