Sentimen Pasar Kripto Berbalik Positif, Indeks Fear & Greed Masuk Zona Greed
Sentimen pasar kripto mulai menunjukkan perbaikan signifikan setelah Indeks Crypto Fear & Greed kembali masuk ke zona “greed” untuk pertama kalinya sejak Oktober lalu. Perubahan ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar, mengingat sebelumnya sentimen investor sempat tertekan cukup dalam akibat gejolak besar yang terjadi di pasar aset digital.
Dalam pembaruan terbaru, indeks tersebut mencatat skor 61, yang mencerminkan meningkatnya optimisme investor. Angka ini menandai pergeseran sentimen setelah berminggu-minggu pasar berada di fase “fear” hingga “extreme fear”. Bahkan sehari sebelumnya, indeks masih berada di level netral, menunjukkan bahwa pemulihan sentimen terjadi secara bertahap.
Tekanan sentimen sebelumnya dipicu oleh peristiwa likuidasi besar pada Oktober, di mana puluhan miliar dolar keluar dari pasar kripto dalam waktu singkat. Dampaknya terasa hingga akhir tahun, dengan indeks Fear & Greed sempat menyentuh level terendah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat banyak investor bersikap defensif dan memilih menunggu kejelasan arah pasar.
Perbaikan sentimen ini berjalan seiring dengan penguatan harga Bitcoin. Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mencatat kenaikan yang konsisten dan berhasil menyentuh level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan ini memberikan dorongan psikologis bagi pasar secara keseluruhan, mengingat Bitcoin masih menjadi acuan utama pergerakan aset kripto lainnya.
Menariknya, reli harga kali ini terjadi dalam kondisi yang berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pada November lalu, Bitcoin juga sempat berada di level serupa, namun sentimen pasar saat itu masih didominasi ketakutan akibat koreksi tajam dari rekor harga tertinggi. Kini, pasar terlihat lebih tenang dengan ekspektasi yang mulai membaik.
Indeks Crypto Fear & Greed sendiri disusun berdasarkan berbagai indikator, mulai dari volatilitas harga, volume dan momentum perdagangan, hingga tren pencarian dan sentimen di media sosial. Kombinasi faktor-faktor ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi psikologis pelaku pasar.
Di sisi lain, data juga menunjukkan adanya penurunan jumlah pemegang Bitcoin dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal positif, karena mencerminkan keluarnya investor ritel yang cenderung reaktif terhadap ketakutan pasar. Selain itu, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa kini berada di level terendah dalam beberapa bulan terakhir.
Secara historis, rendahnya pasokan Bitcoin di bursa kerap diartikan sebagai sinyal bullish. Hal ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih menyimpan aset mereka dalam jangka menengah hingga panjang, sehingga potensi tekanan jual mendadak menjadi lebih kecil. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar kripto tengah memasuki fase konsolidasi yang lebih sehat.






