Meta Platforms Inc., raksasa teknologi yang dikenal sebagai induk perusahaan Facebook, Instagram, dan WhatsApp, mengambil langkah strategis besar untuk memperluas infrastruktur kecerdasan buatan (AI) globalnya. Pada Senin (12 Januari 2026), perusahaan mengumumkan pembentukan tim eksekutif tingkat tinggi yang akan memimpin proyek buildout atau ekspansi besar-besaran infrastruktur yang disebut Meta Compute.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya ambisius Meta untuk memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam persaingan AI global — baik di sisi riset maupun di sisi computing power fisik yang mendukung model-model AI generatif tercanggih.
Meta Compute: Infrastruktur AI jadi Fokus Utama
Menurut pengumuman resmi yang dibagikan kepada media, Meta Compute adalah inisiatif teknologi yang akan fokus pada pembangungan dan pengelolaan infrastruktur komputasi skala besar yang dibutuhkan model kecerdasan buatan dan operasi AI Meta ke depan. CEO Mark Zuckerberg menyatakan bahwa pembangunan ini akan menjadi competitive advantage atau keunggulan strategis yang sangat penting.
Meta menargetkan pembangunan kapasitas komputasi tens of gigawatts dalam dekade ini, dan bahkan berkali kali menjadi hundreds of gigawatts dalam jangka panjang — ukuran energi yang setara dengan beberapa pembangkit listrik kecil.
Dalam konteks ini, infrastruktur AI bukan sekadar fasilitas komputer biasa — ia merupakan jaringan global pusat data yang akan menampung server, GPU, dan perangkat komputasi kelas atas yang menjalankan model AI besar seperti generative AI, model percakapan, serta kecerdasan buatan tingkat lanjut lainnya.
Perekrutan Strategis: Dina Powell McCormick Jadi Presiden & Wakil Ketua
Salah satu sorotan utama dari inisiatif ini adalah pengangkatan Dina Powell McCormick sebagai Presiden dan Wakil Ketua Meta. Powell McCormick merupakan eksekutif senior dengan pengalaman lebih dari dua dekade di industri keuangan global, termasuk 16 tahun di Goldman Sachs dan berbagai jabatan tingkat tinggi di pemerintahan Amerika Serikat — termasuk sebagai penasihat senior di era Presiden Donald Trump.
Dalam peran barunya, Powell McCormick akan fokus pada hubungan eksternal Meta, termasuk menggalang kerja sama dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan mitra strategis untuk mendanai serta mengembangkan data center dan infrastruktur komputasi global.
Pengangkatan ini ditanggapi positif oleh sejumlah pihak, termasuk Presiden Trump sendiri yang menyebut keputusan Mark Zuckerberg sebagai “pilihan yang sangat bagus”.
Kolaborasi Kepemimpinan dan Skala Investasi
Meta tidak sendirian dalam inisiatif ini. Dua eksekutif lain juga memimpin tim Meta Compute:
- Santosh Janardhan, kepala infrastruktur global Meta yang akan menangani operasional teknis pusat data.
- Daniel Gross, co-founder Safe Superintelligence, akan memimpin perencanaan kapasitas strategis dan kemitraan bisnis.
Kerja sama ketiganya diharapkan bisa mempercepat eksekusi rencana infrastruktur yang bernilai ratusan miliar dolar AS dan menyangkut ratusan pusat data di berbagai belahan dunia.
Sebagai gambaran investasi, Meta pernah mengumumkan rencana untuk mengalokasikan lebih dari US$600 miliar (sekitar Rp9.000 triliun) untuk pembangunan dan pengembangan pusat data serta infrastruktur AI di AS hingga 2028.
Tantangan Besar di Balik Ambisi AI
Meski ambisinya besar, langkah ekspansi Meta ini juga datang di tengah tantangan pasar dan kekhawatiran investor. Pada 2025, Meta menghabiskan lebih dari US$70 miliar untuk mendukung infrastruktur TI dan akuisisi startup AI, termasuk pembelian Singapore-based firm Manus senilai beberapa miliar dolar untuk memperkuat agentic AI.
Untuk sebagian investor, pertanyaan besar tetap pada waktu pemulihan modal (return on investment) dari investasi raksasa ini. Beberapa analis Wall Street memberi catatan hati-hati karena biaya tinggi dan kompetisi yang semakin ketat dengan perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.
AI: Dari Riset ke Infrastruktur Fisik
Perlu diingat bahwa infrastruktur AI bukan sekadar soal perangkat lunak atau model generatif terbaru. Ini melibatkan pembangunan jaringan pusat data besar, pasokan listrik stabil (termasuk kerja sama dengan proyek energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi yang masif), dan hubungan diplomatik untuk mengamankan kerjasama lintas negara.
Meta Compute juga mencerminkan perubahan strategi Meta yang lebih berfokus pada kekuatan infrastruktur fisik AI di samping pemasaran aplikasi sosial media. Ini terjadi sembari perusahaan berekspansi pada unit Superintelligence Labs dan mengembangkan generasi model seperti Avocado dan Mango yang direncanakan rilis tahun 2026 untuk memperkuat capabilities AI Meta.
Kesimpulan: Langkah Berani Meta di Era AI
Dengan pembentukan tim eksekutif high-powered, pengangkatan Dina Powell McCormick, dan investasi infrastruktur yang masif melalui Meta Compute, Meta tengah meletakkan fondasi besar untuk masa depannya sebagai perusahaan AI kelas dunia.
Namun, jalan ke depan penuh tantangan — baik teknis maupun finansial — dan investor global kini menanti implementasi serta dampak nyata dari langkah transformasional ini. Jika berhasil, Meta tidak hanya akan menjadi raksasa media sosial, tetapi juga kekuatan besar di dunia kecerdasan buatan.






